2021, Pemerintah Buka Lowongan 1 Juta Guru PPPK

34
Siap-siap di 2021, Pemerintah segere bukan lowongan 1 juta guru PPPK. Foto: Ilustrasi

JAKARTA, suryametro.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) bersama Kemengerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), berencana membuka kembali penerimaan aparatus sipil negara (ASN) dan tenaga guru dengan skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo mengatakan, 1 juta guru akan direkrut melalui seleksi PPPK, mengikuti skema Kemendikbut untuk mengisi kekurangan guru yang selama ini diisi oleh tenaga honorer.

“Perekruan PPPK ini merupakan bentuk dukungan Kemenpan RB atas program peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Para guru Eks tenaga honorer kategori-2 (K-2), dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang tidak mengajar pun bisa mengisi lowongan guru PPPK ini. Gajinya juga setera dengan ASN,” terang Tjahjo Kumolo.

Selain tenaga guru, akan ada penerimaan ASN dan PPPK untuk jabatan fungsional selain guru tahun 2021 sebanyak 272 ribu orang dengan rincian 189 ribu pegawai negeri yang akan ditempatkan di kabupaten/kota dan 83 ribu pegawai penempatan di sejumlah kementerian/lembaga.

Tjahjo Kumolo merincikan, dari 189 ribu pegawai di daerah terdiri dari 70 ribu tenaga PPPK jabatan fungsional selain guru dan 119 ribu calon PNS untuk mengisi jabatan teknis seperti tenaga kesehatan, dan tenaga lapangan lainnya yang secara operasional menjalankan tugas-tugas spesifik untuk memenuhi target-target pembangunan. Sementera di pemerintah pusat, ada 83 ribu pegawai yang bakal diterima baik untuk tenaga PPPK maupun berstatus ASN.

“Secara proporsional, 70-80% merupakan tenaga-tenaga pelaksana utama di bidang pendidikan, penyuluh pertanian, penyuluh KB, atau pegawai yg langsung bertugas di lapangan. Ini akan jadi prekrutan kita yang terbesar karena jatah 2020 kita satukan dengan 2021. Tahun lalu kita batal lakukan perekrutan karena kendala pandemi Covid-19,” kata Tjahjo Kumolo, Kamis (04/03/2021).

Untuk mendukung program tersebut, Kemenpan RB berupaya merumuskan sejumlah aspek pendukungnya seperti memperkuat kebijakan, mengindentifikasi berbagai resiko serta mempersiapkan pola sistem seleksi secara online bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Jadi untuk calon pelamar, baik CPNS maupun guru PPPK, persiapkan diri dari sekarang. Kami di kementerian sementara menyusun pola penerimaannya. Jika sudah selesai, dalam waktu dekat proses perekrutan akan dibuka,” tambahnya menutup.

Editor: Adhil