BUTON, suryametro.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 1413/Buton tidak hanya menjadi agenda pembangunan bersama antara TNI dan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di wilayah pedesaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, pelaksanaan TMMD ke-129 di Kabupaten Buton diarahkan pada sejumlah sasaran fisik yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat. Pembangunan dan rehabilitasi jalan, talud, drainase, rumah tidak layak huni hingga fasilitas sanitasi menjadi bagian dari pekerjaan Satgas TMMD selama kurang lebih 30 hari.
Program tersebut secara resmi dibuka pada 15 Juli 2026 di Lapangan Sepak Bola Ambuau Indah, Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan. Pembukaan dilakukan Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra dan dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, Forkopimda serta masyarakat. Dalam pelaksanaannya, TMMD menggabungkan sasaran fisik dengan kegiatan nonfisik untuk memperkuat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Rehabilitasi Jalan Labuandiri
Salah satu sasaran fisik yang mendapat perhatian utama adalah rehabilitasi jalan di Desa Labuandiri, Kecamatan Siotapina.
Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan alat berat berupa excavator dan dump truck. Alat berat digunakan untuk meratakan jalur, menyebarkan material dan membentuk badan jalan agar lebih kokoh sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya.
Pada 24 hingga 26 Juli 2026, proses pekerjaan telah memasuki tahap pembentukan dan penyempurnaan badan jalan. Personel Satgas tetap melakukan pengawasan meskipun pekerjaan dibantu peralatan mekanis untuk memastikan material tersebar secara merata dan konstruksi dikerjakan sesuai tahapan.

Bagi masyarakat Labuandiri, peningkatan kualitas jalan memiliki arti penting karena akses tersebut mendukung mobilitas warga sekaligus aktivitas ekonomi. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar transportasi serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
Komandan Kodim 1413/Buton Letkol Inf Yoni mengatakan pemerataan material merupakan tahapan penting dalam pembentukan badan jalan. Kualitas pekerjaan, menurutnya, tetap menjadi perhatian agar hasil rehabilitasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Talud Jalan untuk Memperkuat Infrastruktur
Selain jalan, pembangunan talud menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 di wilayah Desa Mopaano, Kecamatan Lasalimu Selatan.
Pada tahap pengerjaan yang diberitakan 23 Juli 2026, personel Satgas melakukan penyusunan batu sebagai material penguat konstruksi penahan badan jalan. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap dan teliti untuk memastikan konstruksi memiliki kekuatan yang memadai.
Talud memiliki fungsi penting dalam menjaga kestabilan badan jalan sekaligus mengurangi risiko erosi. Infrastruktur tersebut menjadi semakin penting pada ruas jalan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat aliran air, terutama ketika memasuki musim hujan.

Dengan keberadaan talud, badan jalan diharapkan menjadi lebih kuat dan aman digunakan masyarakat. Pembangunan ini sekaligus memperlihatkan bahwa sasaran TMMD tidak hanya diarahkan pada pembangunan akses baru, tetapi juga memperkuat infrastruktur yang telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Drainase Ambuau Indah Dikerjakan Bersama Warga
Sasaran fisik lainnya berada di Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan TMMD ke-129.
Di desa tersebut, Satgas TMMD bersama masyarakat mengerjakan pembangunan drainase. Proses pekerjaan mencakup persiapan material hingga pengecoran secara bertahap.
Pada 27 Juli 2026, pekerjaan drainase masih berlangsung dengan pola kerja yang dilakukan secara berkesinambungan. Ketika satu bagian memasuki tahap pengecoran, personel lainnya menyiapkan bagian berikutnya. Warga juga terlibat dalam pengangkutan material, pencampuran adukan beton dan proses pengecoran.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Selain membantu mempercepat pembangunan, pola kerja bersama memperkuat semangat gotong royong yang menjadi salah satu karakter utama TMMD.
Drainase diharapkan dapat mendukung pengelolaan aliran air di kawasan permukiman dan lingkungan desa. Dengan infrastruktur tersebut, masyarakat memperoleh fasilitas dasar yang dapat menunjang kondisi lingkungan yang lebih tertata.
Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni
Sasaran pembangunan TMMD ke-129 juga menyentuh kebutuhan dasar berupa tempat tinggal.
Di Desa Ambuau Indah, Satgas TMMD mulai mengerjakan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH. Tahap awal pekerjaan dimulai dari pembangunan pondasi pada 21 Juli 2026. Personel Satgas bekerja secara gotong royong untuk menyiapkan struktur awal bangunan sebelum dilanjutkan pada tahap konstruksi berikutnya.
Program rehabilitasi RTLH memiliki dimensi sosial yang berbeda dengan pembangunan jalan dan drainase. Jika jalan berkaitan dengan mobilitas masyarakat dan drainase dengan infrastruktur lingkungan, maka rehabilitasi rumah menyentuh langsung kebutuhan tempat tinggal penerima manfaat.

Melalui pekerjaan tersebut, rumah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan diarahkan menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan layak. Bagi penerima manfaat, pembangunan ini tidak sekadar menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga memberikan ruang hidup yang lebih memadai bagi keluarga.
Fasilitas MCK Penuhi Kebutuhan Sanitasi
Kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi perhatian melalui pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus atau MCK di Desa Ambuau Indah.
Pembangunan fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan material, pondasi, pemasangan dinding hingga penyelesaian bangunan. Pada 12 Agustus 2026, fasilitas MCK tersebut dilaporkan telah selesai dan siap dimanfaatkan masyarakat.
Pembangunan MCK menunjukkan bahwa sasaran fisik TMMD tidak hanya berorientasi pada proyek infrastruktur dengan skala besar. Fasilitas yang langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat juga mendapat perhatian.
Keberadaan fasilitas sanitasi yang layak diharapkan dapat mendukung kebersihan lingkungan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Setelah pekerjaan selesai, Satgas juga mengharapkan fasilitas tersebut digunakan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Infrastruktur dan Gotong Royong Berjalan Bersamaan
Jika seluruh sasaran tersebut dilihat sebagai satu rangkaian, pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 1413/Buton memperlihatkan pola pembangunan yang menggabungkan kebutuhan infrastruktur dengan keterlibatan masyarakat.
Jalan menjadi sarana mobilitas, talud memperkuat konstruksi jalan, drainase mendukung infrastruktur lingkungan, RTLH menyentuh kebutuhan tempat tinggal, sedangkan MCK memenuhi kebutuhan sanitasi.
Di sisi lain, keterlibatan warga dalam pengerjaan berbagai sasaran memperlihatkan bahwa TMMD tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembangunan.
Konsep tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan pemerintah daerah pada pembukaan TMMD bahwa program tersebut diharapkan memperkuat gotong royong, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Ditutup Setelah 30 Hari Pengabdian
Rangkaian pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 1413/Buton kemudian berakhir pada 13 Agustus 2026. Upacara penutupan kembali dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Ambuau Indah, Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan.
Penutupan dipimpin Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto dan dihadiri Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, Dandim 1413/Buton Letkol Inf Yoni, unsur Forkopimda serta masyarakat.
Berakhirnya masa tugas Satgas TMMD tidak berarti berakhir pula tanggung jawab terhadap hasil pembangunan. Infrastruktur yang telah dikerjakan membutuhkan pemanfaatan dan pemeliharaan secara berkelanjutan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
Karena itu, keberhasilan TMMD ke-129 tidak semata-mata dilihat dari selesainya pekerjaan fisik. Nilai yang lebih penting adalah sejauh mana jalan, talud, drainase, rumah dan fasilitas sanitasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, TMMD ke-129 Kodim 1413/Buton meninggalkan pesan bahwa pembangunan desa membutuhkan kerja bersama. TNI hadir melalui Satgas, pemerintah memberikan dukungan dan masyarakat ikut bergotong royong dalam prosesnya.
Dari Labuandiri hingga Ambuau Indah dan Mopaano, sasaran fisik TMMD diarahkan pada kebutuhan yang dekat dengan kehidupan warga. Jalan yang diperbaiki, talud yang diperkuat, drainase yang dibangun, rumah yang direhabilitasi dan fasilitas sanitasi yang disediakan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang dapat dirasakan langsung di tingkat desa.
Semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” pun tidak berhenti pada seremoni penutupan. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pembangunan tersebut dijaga, dimanfaatkan dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Buton.
TMMD ke-129 Kodim 1413/Buton Perkuat Kapasitas dan Ketahanan Sosial Masyarakat Desa
Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1413/Buton Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Di tengah pengerjaan jalan, drainase, talud, rumah layak huni dan fasilitas sanitasi, Satgas TMMD juga menjalankan berbagai program nonfisik yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemandirian masyarakat.
Program nonfisik tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Materi yang diberikan mencakup hukum, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), penggunaan media sosial, pencegahan stunting, Posyandu serta Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa dalam program TMMD tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan sarana dan prasarana. Peningkatan kapasitas masyarakat juga menjadi bagian dari sasaran yang diharapkan dapat memberikan manfaat setelah masa tugas Satgas TMMD berakhir.
Membangun Masyarakat melalui Edukasi
Program nonfisik TMMD ke-129 dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Materi hukum dan wawasan kebangsaan diarahkan pada peningkatan kesadaran warga mengenai kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sementara penyuluhan bahaya narkoba menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaan narkotika.
Dalam laporan penutupan TMMD, Pangdam XIV/Hasanuddin yang amanatnya dibacakan Danrem 143/Halu Oleo menyebut sasaran nonfisik diarahkan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi isu disintegrasi bangsa maupun konflik sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, Satgas TMMD bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Infrastruktur yang baik perlu diikuti dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk memanfaatkannya serta menjaga lingkungan sosialnya.
Penyuluhan Pertanian Dorong Ketahanan Pangan
Salah satu kegiatan nonfisik yang dilaksanakan secara khusus adalah penyuluhan pertanian di Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, pada 10 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengelola sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Dalam penyuluhan itu, masyarakat mendapatkan materi mengenai pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman hingga penerapan teknik pertanian yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah setempat. Kegiatan juga berlangsung secara interaktif melalui diskusi sehingga warga dapat menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha pertanian.
Peltu Syafrin Buton selaku salah satu pemateri berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian sehingga hasil produksi menjadi lebih optimal.
Penyuluhan tersebut juga mempertemukan unsur TNI, penyuluh pertanian dan masyarakat dalam satu kegiatan. Kolaborasi itu menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi desa.
Kesadaran Kamtibmas Diperkuat
Sehari setelah penyuluhan pertanian, Satgas TMMD melaksanakan penyuluhan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas di Kantor Desa Ambuau Indah.
Kegiatan pada 11 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD yang secara langsung menyentuh kehidupan sosial masyarakat.
Penyuluhan Kamtibmas menempatkan keamanan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Masyarakat tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga ketertiban dan menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan tersebut melengkapi pembangunan fisik yang berlangsung di wilayah yang sama. Ketika jalan dan fasilitas desa dibangun, kondisi sosial masyarakat juga perlu diperkuat agar pembangunan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Kesehatan Menjadi Bagian Pembangunan Desa
Sektor kesehatan juga mendapat tempat dalam sasaran nonfisik TMMD ke-129.
Materi yang diberikan meliputi penyuluhan kesehatan, pencegahan stunting, Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan keluarga, pencegahan penyakit serta pentingnya pemanfaatan layanan kesehatan yang tersedia di tingkat desa.
Penyuluhan mengenai stunting, misalnya, memiliki keterkaitan erat dengan pengetahuan keluarga mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan anak. Sementara Posyandu dan Posbindu PTM menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif yang dapat membantu masyarakat melakukan pemantauan kesehatan secara lebih dini.
Dengan memasukkan aspek kesehatan ke dalam kegiatan TMMD, pembangunan desa tidak hanya diarahkan pada peningkatan kondisi fisik wilayah, tetapi juga kualitas kehidupan masyarakat.
Pertanian, Perikanan dan Peternakan
Selain pertanian, sektor perikanan dan peternakan turut menjadi materi dalam kegiatan nonfisik TMMD.
Ketiga sektor tersebut berkaitan erat dengan potensi ekonomi masyarakat pedesaan. Penyuluhan diharapkan dapat menambah pengetahuan warga mengenai pengelolaan sumber daya yang tersedia sehingga dapat mendukung produktivitas dan kemandirian ekonomi.
Kehadiran materi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sasaran TMMD memiliki cakupan yang luas. Pembangunan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi juga menyentuh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Hal tersebut sejalan dengan perhatian Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ketika melakukan kunjungan ke Kabupaten Buton. Tim Wasev menilai kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah tersebut berkaitan erat dengan mobilitas masyarakat dan pengembangan sektor perikanan serta pertanian sebagai potensi daerah.
Bijak Menggunakan Media Sosial
Perkembangan teknologi informasi juga menjadi perhatian dalam sasaran nonfisik TMMD ke-129 melalui materi penggunaan media sosial.
Edukasi tersebut menjadi relevan karena media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kemampuan menggunakan media secara bijak diperlukan agar teknologi dapat memberikan manfaat sekaligus tidak menimbulkan persoalan sosial.
Materi penggunaan media sosial ditempatkan bersama sejumlah materi lainnya, seperti wawasan kebangsaan, hukum, Kamtibmas dan bahaya narkoba. Keseluruhan materi tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Sinergi Menjadi Kunci
Pelaksanaan sasaran nonfisik TMMD ke-129 melibatkan sinergi antara Satgas TMMD dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Pemerintah Kabupaten Buton sebelumnya menyampaikan bahwa selain pembangunan jalan, drainase, talud, sarana air bersih, MCK dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, TMMD juga melaksanakan penyuluhan wawasan kebangsaan, Kamtibmas, kesehatan, pertanian serta sosialisasi rekrutmen TNI.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting karena setiap materi membutuhkan kompetensi yang berbeda. Penyuluhan pertanian, misalnya, melibatkan unsur penyuluh pertanian, sementara kegiatan kesehatan membutuhkan dukungan sektor kesehatan. Demikian pula materi Kamtibmas dan wawasan kebangsaan membutuhkan keterlibatan unsur terkait.
Pola tersebut memperlihatkan TMMD sebagai program lintas sektor yang mempertemukan kemampuan TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam satu rangkaian pembangunan.
Meninggalkan Pengetahuan, Bukan Hanya Bangunan
Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 1413/Buton secara resmi ditutup pada 13 Agustus 2026 di Lapangan Sepak Bola Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, setelah berlangsung kurang lebih 30 hari.
Jika sasaran fisik meninggalkan jalan, drainase, talud, rumah dan fasilitas lainnya, maka kegiatan nonfisik meninggalkan sesuatu yang sifatnya berbeda: pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Dandim 1413/Buton Letkol Inf Yoni, selaku Dansatgas TMMD ke-129, menyampaikan bahwa pekerjaan yang dilakukan bersama bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap seluruh hasil TMMD dapat dijaga, dirawat dan terus memberikan manfaat.
Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra juga memberikan apresiasi terhadap edukasi yang diberikan TNI kepada masyarakat selama pelaksanaan TMMD. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga di lokasi TMMD.
Dengan demikian, sasaran nonfisik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 1413/Buton. Jalan dan fasilitas yang dibangun menjadi modal fisik, sementara pengetahuan, kesadaran dan keterampilan yang diberikan kepada masyarakat menjadi modal sosial untuk melanjutkan pembangunan setelah Satgas meninggalkan desa.
Pada akhirnya, semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” tidak hanya tercermin dari pekerjaan yang terlihat secara kasatmata, tetapi juga dari proses membangun manusia melalui edukasi, pemberdayaan dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.

