Video Hambur Uang Ali Mazi dan ARS Disebut Pasali, KNPI Baubau: Pasali Itu Beretika

BAUBAU, suryametro.id – Soal viralnya video Gubernur Sultra, H Ali Mazi dan Ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh (ARS) yang menghambur uang pada acara pentas peringatan HUT Kabupaten Buton Utara (Butur), Jum’at malam (01/07/2022) menuai banyak perdebatan.

 

Melalui rilis persnya, Kepala Dinas Kominfo Sultra menyebutkan bahwa, bagi-bagi uang dalam rekaman tersebut sudah menjadi kebiasaan orang Buton yang disebut sebagai pasali.

Menanggapi pernyataan ini, DPD KNPI Baubau, La Ode Rizki Satria menilai Kadis Kominfo tidak paham arti kata Pasali.

Pasali merupakan sebuah tradisi orang Buton yang didalamnya dibungkus dengan estetika, beretika dan punya ketentuan sebagaimana turun temurun dilakukan oleh masyarakat.

Pasali dalam kebiasaan masyarakat Buton tidak berkesan memamerkan kekayaan ataupun menghambur-hambur uang, karena ada nilai yang melekat didalamnya sehingga tidak boleh disamakan dengan sawer pada umumnya, sebagaimana yang mungkin menjadi kebiasaan kadis Kominfo secara pribadi ataupun tradisi sawer yang dilakukan oleh masyarakat diluar Buton.

“Kiranya, Kadis Kominfo Sultra patut berdialog dengan beberapa tokoh yang paham akan tradisi dan kebudayaan masyarakat Buton,” kata Rizki kepada suryametro.id, Minggu (03/07/2022).

“Kami tidak mempersoalkan apa yang dilakukan oleh Gubernur Sultra dan Ketua DPRD Sultra yang menghambur-hambur uang. Bisa jadi kebiasaan seperti itu, mungkin merupakan kebiasaan orang kaya dan berduit yang tidak begitu menggap akan pentingnya uang sehingga dihambur-hambur seperti kulit kacang. Namun yang kami sayangkan adalah pernyataan Kadis Kominfo yang merupakan perpanjangan tangan Gubernur Sultra, manganggap bahwa perbuatan tersebut bagian dari tradisi orang Buton,” tegas Rizki.

Sebagai orang Buton, pernyataan Kadis Kominfo tersebut, akan liar dan orng akan menganggap prosesi pasali sebagaimana yang dipertontonkan pejabat-pejabat tersebut.

Buton merupakan salah satu eks Kesultanan yang menanamkan nilai-nilai keislaman didalamnya, dan nilai itu masih dijaga dengan baik oleh masyarakatnya hingga saat ini.

“Kami meminta dengan tegas, agar yang bersangkutan dapat mengklarifikasi pernyataannya. Agar orang tidak menyalahartikan prosesi pasali yang ada di Buton,” tutupnya.

Editor: Adhil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top