Airlangga: Sambil Tunggu Vaksinasi 50%, PPKM Terus Kita Terapkan

18
Foto: Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto memimpin rapat dengan kepala daerah di Sumut untuk membahas penanganan COVID-19. (Ahmad Arfah/detikcom)

MEDAN, suryametro.id – Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto memimpin rapat koordinasi dengan kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut). Rapat membahas penanganan pandemi virus Corona (COVID-19).

Airlangga awalnya menyebut kasus aktif Corona di Sumut menjadi yang paling tinggi di wilayah luar Jawa-Bali. Namun, sudah terjadi penurunan kasus aktif.

“Di Sumatera Utara kasus aktifnya paling tinggi, tertinggi di Sumatera yaitu 15.685. Kasus-kasus ini sudah turun 37 persen,” kata Airlangga di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (9/9/2021).

Airlangga menyebut salah satu penyebab turunnya kasus di Sumut ini karena mobilitas masyarakat yang menurun saat diberlakukan PPKM. Airlangga pun mengapresiasi Pemprov Sumut dan Forkopimda Sumut atas hal itu.

“Mobilitas di Sumatera Utara ini lebih baik daripada rata-rata Indonesia. Kita mengapresiasi Pak Gubernur dan Forkopimda,” sebut Airlangga.

Airlangga mengatakan penurunan mobilitas warga ini karena PPKM dilaksanakan secara ketat. Menurutnya, PPKM efektif menurunkan penyebaran virus Corona.

“Jadi terlihat Pak Gubernur, dengan vaksinasi yang masih di bawah nasional, maka PPKM efektif menurunkan kasus. Jadi ini adalah langkah nonmedis yang bisa mengerem penularan COVID-19,” tuturnya.

Selain PPKM, Airlangga mengatakan upaya pengendalian COVID-19 bisa dilakukan secara medis yakni vaksinasi dan treatment.

“Langkah medis adalah treatment dan vaksinasi,” katanya.

Selama proses vaksinasi dilakukan, Airlangga mengatakan PPKM akan terus diperpanjang. Dia menjelaskan PPKM ini baru bisa dihentikan jika vaksinasi sudah mencapai 50 persen dari jumlah penduduk.

“Jadi sambil kita menunggu vaksinasi mencapai sampai 50 persen, maka PPKM harus tetap kita terapkan,” paparnya.

(detik.com)