Arahan Tanggap Darurat Jokowi Terkait Korban Erupsi Semeru

30
Presiden Jokowi. (BPMI Setpres)

JAKARTA, suryametro.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahannya terkait erupsi Gunung Semeru. Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan langkah tanggap darurat menangani erupsi Gunung Semeru.

Arahan itu diungkap Jokowi melalui akun Instagram-nya, Minggu (5/12/2021). Jokowi mulanya menyampaikan telah mendapatkan laporan terkait bencana yang melanda wilayah Jawa Timur itu.

Usai mendapatkan laporan, Jokowi pun langsung menginstruksikan untuk secepat mungkin melakukan langkah tanggap darurat. Arahan itu dia sampaikan kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Sosial Tri Rismaharini, hingga kepala daerah setempat.

“Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada hari Sabtu kemarin. Sesaat setelah mendapatkan laporan tentang bencana tersebut, saya memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, dan juga kepada Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, dan Bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada yang luka-luka, dan melakukan penanganan dampak bencana,” kata Jokowi melalui akun Instagramnya, Minggu (5/12/2021).

Bantuan Diselesaikan dalam Waktu Singkat

Jokowi juga memerintahkan agar bantuan pelayanan kesehatan dan logistik bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru dapat diselesaikan dengan segera. Dia juga meminta perbaikan infrastruktur dituntaskan secepatnya.

“Bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan logistik kebutuhan dasar pengungsi, serta perbaikan infrastruktur harus dapat diselesaikan dalam waktu singkat,” ujarnya.

Imbau Warga Waspada

Jokowi pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Dia juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran Indonesia berada di wilayah rawan bencana atau ring of fire.

“Saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan. Indonesia yang berada di wilayah cincin api ini rawan terhadap aktivitas alam seperti erupsi gunung berapi,” kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi mewanti-wanti pemerintah daerah untuk tak lelah mengajak warganya selalu siaga dan waspada. Selain itu, dia juga meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi datangnya bencana di wilayahnya.

“Karena itulah, kepala daerah dan pejabat pemerintah saya minta untuk selalu waspada dan mengajak masyarakat untuk selalu siaga dan saling bekerja sama mengantisipasi datangnya bencana semacam ini,” ungkap Jokowi.

Sampaikan Duka Cita

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan duka cita mendalam atas korban dari erupsi Gunung Semeru. Dia turut mendoakan seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang terluka.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, saya juga menyampaikan dukacita yang sangat mendalam atas korban yang meninggal dan luka-luka. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan perlindungan kepada kita semua,” ucapnya.

Gunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru erupsi pada Sabtu (4/12) lalu. Erupsi itu mengakibatkan terjadinya banjir lahar dan guguran awan panas dari puncak. Bencana ini terjadi pada pukul 14.47 WIB dengan daerah terdampak berada di Kecamatan Candipuro, Pronojiwo dan Pasirian.

Belasan orang dilaporkan meninggal dunia. Per pukul 17.30 WIB kemarin, tercatat ada 14 orang yang menjadi korban jiwa dan 56 orang terluka.

Selain itu, ada 5.205 jiwa masyarakat yang terdampak. 1.300 orang di antaranya mengungsi.

“Untuk jumlah masyarakat terdampak artinya jumlah masyarakat yang terdampak, baik itu awan panas, guguran di 2 kecamatan, kemudian masyarakat terdampak debu vulkanik di 8 kecamatan itu, total 5.205 jiwa,” kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam jumpa pers, Minggu (5/12/2021).

“Dengan 1.300 orang di pengungsian ini juga bertambah dari rilis yang kita keluarkan tadi siang sejumlah 902. 1300 orang ini merupakan informasi juga langsung dari Kepala BNPB dari lokasi terdapat di Kabupaten Lumajang,” sambung dia.

(detik.com)