AS Tamrin: Santuni Anak Yatim Wujud Penerapan Nilai PO-5

15
Wali Kota Baubau AS Tamrin saat memberikan santuan kepada anak yatim. (Foto: Diskominfo Kota Baubau)

BAUBAU, suryametro.id – Wali Kota Baubau, AS Tamrin menilai, memberi makan pada anak-anak yatim (Pakandeana Anaana Maelu) sangat sejalan dengan apa yang terkandung dalam nilai-nilai PO-5. Karena, selain Pomamasiaka, dalam budaya Pakandeana Anaana Maelu tersebut juga terkandung nilai Popiapiara.

Hal tersebut diungkapkan AS Tamrin, melalui sambutannya saat menghadiri kegiatan Pakandeana Anaana Maelu. Kegiatan yang digagas oleh Darma Wanita Persatuan Kota Baubau ini dilaksanakan di rumah jabatan Wali Kota Baubau, Senin (16/8/2021).

“Pakandeana Anaana Maelu ini adalah wujud kepedulian kita terhadap sesama, dan sudah dilaksanakan sejak dulu setiap tahun pada bulan Muharram. Nah di sinilah koneksitasnya dengan PO-5, bagaimana menyantuni anak-anak yang sudah tidak ada orang tuanya,” jelasnya.

Sebab hal tersebut, telah termaksud dalam nilai Pomaamasiaka dan Popiapiara. Di mana dalam menyantuni tersebut, bermakna saling pelihara dan saling merawat. Untuk itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Memberikan santunan kepada anak yatim adalah merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sesama meskipun ala kadarnya. Namun yang terpenting dalam memberi santunan ini adalah rasa ikhlasnya, maka nilai-nilai ini harus betul-betul terintegritas dalam diri kita,” ucapnya.

AS Tamrin menambahkan, nilai lain dari PO-5 yang harus ditanamkan dalam diri adalah Pomamaeka, yaitu saling menanggung rasa malu dan peduli kebenaran. Hal ini dimaksudkan agar setiap langkah dan perilaku harus dengan mawas diri, agar tidak melakukan perbuatan yang tercela yang dapat mencoreng nama baik seluruh keluarga.

“Poangkaangkataka, yaitu saling menghargai, saling mengangkat martabat dan Pobinci-binsiki kuli, itu semua terbentuk dar nilai-nilai PO-5. Jadi nilai-nilai ini perlu diimplementasikan, selain dilakukan dalam aspek keimanan, juga dalam aspek budaya,” tuturnya.

Iapun menghimbau, kepada seluruh masyarakat Kota Baubau, agar dalam setiap melakukan aktivitas selalu menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Pasalnya, tanpa adanya kesadaran dari masyarakat, maka segala upaya yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 akan menjadi sia-sia.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah, namun ini adalah tugas kita semua, tugas seluruh lapisan masyarakat, dan harus ada kesadaran dari masyarakat. Untuk itu mari kita terapkan 5M, yaitu Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai masker, Menghindari kerumunan, dan Membatasi untuk tidak keluar kalau tidak penting,” pungkasnya.

Editor : La Ode Muh. Abiddin