BAUBAU, suryametro.id – Kepala Bandara Betoambari Baubau Nurul Anwar, nyaris terlibat baku hantam dengan salah seorang pendemo di ruang kerja Kepala Bandara, Kamis (10/2/2022).
Peristiwa itu bermula, saat pihak kepolisian memberi kesempatan pada empat orang pendemo yang menjadi perwakilan massa aksi untuk bertemu dengan Kepala Bandara Betoambari Kota Baubau.
Perlu diketahui, massa aksi yang tergabung dalam Lembaga Barisan Pemuda Bersatu Kepulauan Buton (Labrak Kepton) melakukan unjuk rasa terkait adanya dugaan pekerjaan perluasan Bandara Betoambari Baubau, material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.
Setibanya di ruangan Kepala Bandara, empat orang perwakilan massa aksi kemudian melakukan komunikasi terkait adanya dugaan tersebut. Namun ditengah perbincangan, salah seorang pendemo kemudian berdiri usai berbicara. Sehingga Kepala Bandara Baubau Nurul Anwar yang merasa tertantang, kemudian berdiri mengahampiri pendemo tersebut.
Beruntung, aparat kepolisian yang ada ditempat langsung melerai kedua bela pihak. Setelah peristiwa itu, mediasi kemudian dilanjutkan kembali.
Koordinator Aksi Labrak Kepton, Zade mengatakan, pekerjaan perluasan Bandara Betoambari Kota Baubau diduga menggunakan material batu kapur yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Harusnya, batu yang digunakan merupakan batu granit atau batu yang keras dan tidak mudah hancur.
“Kami mengetahui batu yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, karena saat itu kami langsung turun cek di lapangan, bahwa benar yang digunakan itu batu kapur,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Saleh menambahkan, saat melakukan pertemuan bersama Kepala Badara diakui bahwa batu yang digunakan oleh kontraktor dalam pekerjaan itu adalah batu kapur.
“Setelah ini, kami akan menepuh jalur hukum dan akan membuat laporan resmi kebeberapa lembaga hukum terkait adanya kecurangan yang dilakukan,” ucapnya.
Sehingga, dalam unjuk rasa kali ini massa aksi Labrak Kepton meminta dua hal yakni pertama, Pemerintah Kota Baubau agar sesegera mungkin mengambil sikap tegas terhadap proyek perluasan Bandara Betoambari Kota Baubau, untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di lokasi pekerjaan dan menghentikan pekerjaan sampai persoalan di tuntaskan.
Kedua, mendesak Kepala Bandara Betoambari sesegera mungkin mengundurkan diri dari jabatannya karena di anggap telah gagal sebagai penanggung jawab terhadap proyek tersebut.
Dalam pertemuan yang dilakukan bersama perwakilan pendemo, Kepala Bandara Betoambari Kota Baubau Nurul Anwar mengakui, batu yang digunakan adalah batu kapur setalah mendapatkan laporan dari konsultan. Namun ia juga telah memerintahkan kepada kontraktor untuk membongkar dan mengganti batu kapur itu.
“Ada kurang lebih 36 kubik batu kapur yang digunakan. Jadi masalah ini saya sudah tindak lanjuti untuk dibongkar penggunaan material itu,” kata Kepala Bandara.
Nurul juga mengatakan, apabila para pendemo menemukan kejanggalan dalam pekerjaan perluasan Bandara Betoambari Baubau, massa aksi bisa melaporkan hal itu kepada Aparat Penegak Hukum (APH).
Penulis: La Ode Muh. Abiddin