Bantuan RTLH untuk Warga Kambu, Pemkot Kendari Hanya Beri Harapan Palsu

25
Pondasi RTLH yang telah dilakukan survei kelayakannya oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Kendari yang tak kunjung dibangun - Foto: Udin/suryametro.id

KENDARI, suryametro.id – Warga Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu Kota Kendari, Arjun, mempertanyakan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang hingga saat ini tidak kunjung terealisasi, dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Kendari.

Padahal, pihak Dinas Perumahan telah melamukan survei dan memasang papan plan bantuan bedah RTLH, sebagai tanda bantuan itu akan turun kepada rumah Arjun. Namun hingga sampai saat ini, tidak juga direalisasikan. Realita itu menimbulkan tanya bagi warga setempat, ada apa dengan Dinas terkait tersebut.

Salah seorang warga Kambu, Ramaluddin mengatakan, sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kota Kendari, yang terkesan hanya mem prank warganya.

“Ini pemerintah kota kita aneh. Katanya mau berikan bantuan, tapi faktanya hanya memberikan harapan palsu warganya,” nilainya.

Lanjutnya, rumah Arjun sudah bebrapa kali disurvei dari Dinas Perumahan hingga dari pihak TNI. Apa lagi, rumah milik kerabatnya itu dinilai telah layak dan memenuhi kriteria, dengan memasang plan bantuan RTLH 08 di Kelurahan Kambu

Bahkan, jika saja RTLH tersebut direalisasikan dan akan dikerjakan, maka warga setempat siap bergotong royong untuk membantu Dinas pengerjaannya.

“Padahal kita sudah senang ada bantuan pada kami, apalagi ini yang dibantu memang layak menerimanya, malah kita hanya dikasih mimpi sama Pemkot,” tuturnya.

Harapanya, apa yang terjadi dengan Arjun, tidak terulang kepada yang lain. Dimana, warga sudah menggantungakan harapan kepada Pemerintah, namun ternyata hanya di prank.

“Bantuan ini hanya mimpi, paling tidak Dinas terkait memberi alasan kepada kami, kenapa bantuannya tidak jadi, jangan papan plannya dipasang dan warga sudah ditemui tapi tidak ada realisasinya, kan aneh,” tutupnya.

Reporter: Udin