Belajar Mengajar Tatap Muka di Wakatobi Dimulai Semester Mendatang

75 views
Kepala Dinas Pendidikan, Aliwangi saat ditemui. (Foto: Samidin/Suryametro.id)

WANGI-WANGI, suryametro.id – Belajar tatap muka antara guru dan para siswa-siswi di sekolah di kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara bakal di mulai pada semester mendatang atau tepatnya di bulan Juli 2021.

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Wakatobi, Aliwangi menyebutkan, hal itu sesuai dengan himbauan surat edaran Kemendikbud.

“Sebelum tatap muka, kita akan adakan rapat terkait bagaimana mekanisme belajar mengajar di kelas,”ucap Aliwangi di kantor Dinas Pendidikan, Rabu (28/4/2021).

Sebelum tatap muka di mulai, para guru diupayakan telah melalui tahapan vaksinasi Covid-19. Olehnya itu, Dinas Pendidikan telah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera dilakukan vaksinasi kepada guru-guru.

“Kemarin pak Sekda sudah tandatangani yang sudah dibawa ke kesehatan, informasi dari Kadisnya vaksinnya sementara dikirim. Insya Allah minggu depan kalau sudah tiba vaksinnya kita sudah bisa terapkan di sekolah-sekolah itupun juga ada beberapa sekolah sudah melakukan vaksinasi seperti di SD 1 Pongo,”ucapnya.

Ia menuturkan, selain dilakukannya vaksinasi, proses belajar mengajar di sekolah tetap akan memperhatikan protokol kesehatan, pihaknya akan membuat daftar ceklis, apa saja protokol kesehatan yang telah diterapkan disetiap sekolah.

“Misalnya ketersediaan tempat cuci tangan, kemudian menggunakan masker, kemudian pengaturan jarak tempat duduk anak-anak, bahkan pintu kedatangan siswa dan tempat keluar siswa ada pintu masuk dan ada pintu keluar,”jelasnya.

Ruangan kelaspun lanjut Aliwangi, tidak akan terisi seratus persen, hanya akan diisi oleh seperdua dari jumlah siswa dalam satu kelas. Apabila jumlah siswa-siswi ada 30 orang maka ruangan hanya akan diisi oleh 15 orang. Untuk bisa memaksimalkan semua siswa-siswi bisa mendapatkan pelajaran maka akan dilakukan kelas pagi dan kelas siang.

“Teknisnya juga bisa diinisiasi oleh masing-masing sekolah. Selain itu belajar tatap muka ini tergantung juga dari persetujuan orangtua siswa-siswi, kalau mereka masih belum menginginkan anaknya untuk belajar tatap muka maka tetap dilayani dengan pembelajaran jarak jauh,”tutupnya.

Reporter : Samidin