Beredar Video di Medsos, Oknum Anggota TNI AD Aniaya Pemuda di Batuatas

233 views
Viral di Medsos, oknum anggota TNI AD aniaya seorang pemuda di Kecamatan Batuatas, Buton Selatan. Doc. suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Sebuah rekaman video tersebar dan viral di sejumlah akun media sosial. Dalam video yang direkam salah satu warga tersebut, memperlihatkan seorang pemuda tengah menganiaya seorang pemuda lainnya disaksikan banyak orang di lokasi kejadian.

Belakangan diketahui, pelaku penganiayaan merupakan oknum anggota TNI AD inisal L berpangkat Kopral Dua (Kopda) yang sementara cuti dari kesatuannya di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kejadian penganiayaan, terjadi di Desa Batuatas Barat, Kecamatan Batuatas, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra) belum lama ini. Akibatnya, korban mengalami banyak luka memar di tubuhnya.

Tidak terima dirinya dianiaya, korban langsung mendatangi markas Sub Den POM Kota Baubau untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.

Usai dilaporkan, pelaku kemudian dipanggil ke Markas Kodim 1413 Buton di Kota Baubau untuk dimintai keterangan.

Komandan Kodim 1413 Buton melalui Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel), Kapten Infanteri Suherman membenarkan adanyak aksi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI.

Berdasarkan pengakuannya, pelaku merasa kesal terhadap korban. Sebelum insiden penganiayaan, pelaku sempat mendapatkan laporan dari warga lainnya, jika korban merupakan salah satu dari beberapa pemuda pelaku penganiayaan anggota keluarga oknum TNI tersebut.

Tidak terima dengan hal itu, Kopda L kemudian memanggil korban dan langsung menganiaya korban.

“Baik pelaku dan korban, keduanya sudah sepakat untuk berdamai. Pelaku juga sudah meminta maaf kepada korban dan berjanji akan membantu biaya pengobatan korban,” ungkap Kapten Suherman.

Meski telah diselesaikan secara damai, Kopda L tetap akan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku di kesatuan TNI.

“Dari Sub Den POM sudah berkoordinasi dengan kesatuan tempat Kopda L bertugas. Karena dianggap mencoreng citra TNI di masyarakat, maka Kopda L akan tetap diberikan saksi,” kata Kapten Suherman menutup.

Editor: Adhil