BOM Kepton Adukan Buruknya Pelayanan Kesehatan RSUD Wakatobi di Kemenkes

109
Ketua BOM Kepton, La Ode Muhammad Syai Roziq Arifin. (Dok for suryametro.id)

JAKARTA, suryametro.id – Kinerja pelayanan kesehatan di RSUD Wakatobi kembali disorot. Kali ini sorotan itu datang dari LSM Barisan Orator Masyarakat Kepulauan Buton (BOM Kepton). Hal itu diungkapkan Ketua BOM Kepton, La Ode Muhammad Syai Roziq Arifin saat menyambangi Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (6/4/2021) kemarin.

“Inilah yang saya sangat sayangkan, mengapa sampai sekarang Pemerintah Wakatobi belum juga berfokus untuk sektor pelayanan kesehatan pada RSUD Kabupaten Wakatobi,” keluhnya melalui sambungan telpon kepada awak suryametro.id.

Kedatangan La Ode Pendemo (sapaan akrab La Ode Muhammad Syai Roziq Arifin) agar Pemerintah Pusat (Kemenkes), punya keprihatinan terhadap rakyat dengan tingkat kesengsaraan terbilang masih jauh harapan yang kini dialami oleh masyarakat di Kabupaten Wakatobi.

Aduan yang disampaikan menyoal tentang SDM Kesehatan di Kabupaten Wakatobi, minimnya Dokter Ahli Sepesialis di RSUD Wakatobi, seperti Dokter Spesialis Bedah, Penyakit Dalam, Anak, Kandungan, Anastesi, Gizi, Radiologi, dan Patologi. Kehadirannya juga mendapat sambutan positif.

BOM Kepton Adukan Buruknya Pelayanan Kesehatan RSUD Wakatobi di Kemenkes. (Dok for suryametro.id)

“Selain respon positif, bagian Humas Kemenkes beri beberapa poin masukan, diantaranya tambahan administrasi untuk mendukung Penyelanggaraan dan penempatan dokter ahli spesialis di RSUD Wakatobi. Kita tunggu saja perkembangannya dan kita kawal bersama,” imbuhnya.

Akibat dari persoalan tersebut, masyarakat Wakatobi yang sakit selalunya di rujuk ke luar daerah Wakatobi menggunakan perahu, speed boat dan bahkan kapal-kapal rakyat dengan fasilitas seadanya. Hal ini tentunya menumbuhkan keresahan masyarakat karena adanya beban tambahan yang utamanya menyangkut ekonomi yang di keluarkan dan jumlahnya tidak sedikit.

Dia menegaskan, kondisi yang dialami saat ini lebih kepada rasa iba yang begitu dalam pada masyarakat. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu calon bayi yang masih dalam kandungan yang seharusnya bisa melahirkan dengan selamat di RSUD Kabupaten Wakatobi, namun tidak adanya dokter spesialis akhirnya mereka harus di rujuk keluar daerah.

“Bahkan ada yang tidak selamat bayinya, dan masyarakat yang sakit kadang tidak tertolong nyawanya. Saya tidak percaya lagi dengan kerja pemerintah daerah dalam hal ini Dirut RSUD Wakatobi dalam hal melakukan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat Wakatobi,” pungkas La Ode Pendemo.

Hingga berita ini terbit, Dirut RSUD Wakatobi belum berhasil dikontak media ini, baik melalui sambungan telepon maupun via WhatsApp.

Reporter: Novi