BPK Sultra Ditantang Wakil Ketua DPRD Audit Aset Kendaraan dan Rujab Dikelola Sekwan

76
Wakil Ketua DPRD Sultra, Jumardin. (Foto: Istimewa/telisik.id)

KENDARI, suryametro.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat tantangan Wakil Ketua DPRD Sultra, untuk segera mengaudit seluruh aset yang dikelola Sekretaris DPRD Sultra, Trio Prasetio. Terutama kendaraan dinas.

Permintaan ini bukan tanpa sebab. Selama menduduki posisi sebagai wakil rakyat, Politisi Demokrat ini menduga banyak aset kendaraan dinas yang dipakai tidak sesuai peruntukannya.

“Banyak aset tidak peruntukkan. Kayak (mobil) Inova 2000 CC dipakai staf yang eselon IV. Masih banyak yang lain coba dicek,” tegas Jumardin. Dikutip dari lajur.co

Jumardin menyebutkan, fakta kejanggalan yang ia saksikan terkait aset dikelola Sekwan, yaitu awal tahun. Ia melakukan serah terima Rumah Jabatan (Rujab) selaku Wakil Ketua DPRD Sultra.

Lanjutnya, ia menemukan banyak perabotan, diantaranya tempat tidur hingga sendok makan yang sudah tidak ada. Seharusnya itu telah tersedia, sebab Rujab yang diberikan, bukan yang baru.

Ia menduga, hilangnya aset sebagai modus lama, sehingga ada kesempatan untuk proyek pengadaan yang baru. Dirinya berharap, pihak Sekretariat harus berhemat dengan memanfaatkan aset yang ada.

Jumardin menuturkan, tidak mepersoalkan jika memakai aset yang lama, demi menghemat uang Negara.

“Diawal 2021, saya memang serah terima Rujab. Memang saya yang komplain itu bahwa serah terima rumah artinya siap pakai, (saya masuk) tidak ada apa-apa. Sendok satu biji tidak ada, tempat tidur. Saya belum pernah tidur disitu walapun sudah serah terima,” terangnya.

Saat itu, ia sempat mengajukan protes terhdap Sekwan, Trio Prasetio. Namun hal itu tidak ditanggapi.

“Kau kemanakan uang rakyat? Saya bicara di media, dikemanakan ini uang rakyat. Saya bukan mau bermegah-megah, bermewah mewah supaya ko adakan lagi yang baru. Isi Rujab dari tahun 2017 sampai sekarang dikemanakan. Saya bersedia pakai yang ada (bekas). Kalau banyak uangnya (daerah) lebih baik dipakai bantu rakyat kita yang sudah roboh rumah. Bukan beli aset baru,” ungkapnya.

Hingga saat ini, ia tidak menempati Rujab tersebut. Iapun berharap, BPK Sultra untuk memeriksa kejanggalan soal pengelolaan aset kendaraan hingga hilangnya ‘isi’ Rujab DPRD.

Dikonfirmasi terpisah, Sekwan DPRD Sultra, Trio Prasetio mengungkapkan, telah menanta kembali aset Rujab, agar siap ditinggali. Namun, ia tidak menyinggung mengenai barang Rujab yang hilang, seperti yang dikeluhkan Jumardin.

Editor: La Ode Muh. Abiddin