Bupati Wakatobi Dinilai Omong Kosong akan Launching Merdeka Belajar

574
Aktifis Koalisi Parlemen Jalanan Wakatobi, Emen Lahuda - Foto: Samidin/Suryametro.id

WANGI-WANGI, suryametro.id – Setelah dilantik sebagai Bupati Wakatobi, pada 28 Juni 2021 lalu, Haliana mengeluarkan statementnya terkait apa yang akan dilakukannya selama tiga bulan pertama masa kerjanya. Salah satunya, program merdeka belajar.

Akan tetapi, setelah 100 hari kerja janji Bupati dan Wakilnya Ilmiati Daud, janji tentang merdeka belajar belum juga dilaunching hingga sampai saat ini.

Melihat hal tersebut, Salah Satu aktifis Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) Wakatobi, Emen Lahuda, menyebut kepala daerahnya telah mengutarakan janji omong kosong, terkait program merdeka belajar yang disampaikan pasca pelantikannya.

Sangat teringat jelas, ketika Haliana dilantik pada 28 Juni 2021 lalu, bagaimana ia mengeluarkan statementnya terkait apa yang akan dilakukannya selama tiga bulan pertama masa kerjanya.

“Begitu banyak yang tercatat dan saya memahami itu adalah upaya yang dilakukan untuk meyakinkan masyarakat. Namun, pada kenyataannya pada 100 hari kerja saya melihat banyak kegagalan disini,” ucapnya, saat dikomfirmasi media ini, Selasa (12/8/2021)

Gagal yang menjadi tolak ukur, menurutnya, ia melihat dari janji yang diutarakan bupati Wakatobi akan terwujud di 100 hari kerja. Misalnya saja, Merdeka Belajar yang menjadi misi prioritas. Hingga saat ini, belum juga terlaksana dengan maksimal.

“Pada sambutannya saat memperkenalkan program Merdeka Belajar,  keduanya memastikan tak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah. Saat ini, berapa banyak sih anak di Wakatobi yang putus sekolah dengan faktor kemiskinan atau hanya karena malas sekolah,”cetusnya.

Harapannya, sudah seharusnya hal ini menjadi kajian bersama Bupati dan Wakil Bupati bersama dinas terkait untuk segera dituntaskan. Dan juga Bupati tidak boleh menutup mata dengan segala janji yang terucap. Terlebih, minimnya suara pemuda yang menyoroti 100 hari kerjanya. Jangan membuat bupati terlena dengan jabatan tanpa mengejar target kerja.

“Kita butuh pembuktian nyata, tidak menunggu hari esok untuk memastikan janji tersebut terlaksana. Banyak embel-embel, seperti beasiswa dan pakaian seragam akan dilaunching pada 100 hari kerja pertama. Tapi buktinya, belum ada juga tuh pergerakan yang menyentuh hal ini. Padahal ini salah satu yang paling dinantikan terutama untuk anak-anak muda yang sedang mengenyam pendidikan,”pungkasnya.

Reporter: Samidin