Di Kendari Kakek Makmur Mengaku Dimanfaatkan, Tiap Hari Ada Tarikan ATM Rp2 Juta

3599
Keluarga Kakek Makmur ditemui di rumah duka di Jalan H Agus Salim, Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau. Foto: Putra/suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Usai viral akibat di jambret dan menerima bantuan yang jumlahnya ratusan juta rupiah. Tidak sedikit masyarakat berharap, dengan dan bantuan yang diperoleh, kakek Makmur sudah tidak kembali lagi ke jalanan untuk meminta-minta. Bantuan itu juga diharapkan bisa jadi modalnya untuk membuka usaha.

Namun, harapan hanyalah sebuah harapan dan kenyataannya tidak sesuai harapan. Informasi yang dihimpun suryametro.id saat mendatangi rumah duka di Jalan H Agus Salim, Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (12/04/2021) mendapatkan sebuah pengakuan yang cukup mencengangkan dari pihak kelaurga kakek Makmur. Uangnya yang ratusan juta rupiah, kita tersisa 100 ribu lebih. Kok bisa? Inilah yang menjadi pertanyaan menarik saat itu.

Mulyana (45) adik almarhum kakek Makmur kepada suryametro.id menjelaskan, sebelum viral, almarhum (kakek Makmur) tinggal di kos-kosan yang berada di wilayah sekitar pengisian bahan bakar minyak Haji Karim di Kelurahan Bataraguru. Setelah viral usai di jambret, kakek Makmur pindah ke rumah miliknya di lorong Bahagia di Jalan H Agus Salim, Kelurahan Wangkanapi.

“Usai viral saat itu, almarhum sempat tinggal disini kurang lebih hanya sepuluh hari saja,” kisahanya sembari menahan tangis.

Dia juga menambahkan, sekira bulan Novembar 2020 lalu, almarhum berada di KDI usai dijemput oleh pihak keluarga lain yang berada di Kendari tanpa sepengetahun mereka. Sejak kembali dari Kendari awal April 2021, almarhum memang diketahui kembali mengemis meskipun sudah dilarang oleh keluarga.

“Kita tidak tahu kalau saat itu di bawah ke Kendari, karena alasannya mereka hanya diajak jalan saja pakai mobil rental saat itu,” jelasnya.

La Ode Hasimin, saudara ipar almarhum kakek Makmur juga menambahkan, saat kembali dari Kendari, Kakek makmur datang ke rumah menggunakan kendaraan becak motor (bentor) sambil menangis. Saat bertemu adik kandungnya, almarhum mengatakan dirinya di manfaatkan selama di kendari dan uangnya sudah habis.

“Saya sudah cek di bank dan ternyata memang ada tarikan sekitar dua juta lebih setiap harinya. Saat pulang juga, KTP dan ATM milik almarhum tidak ada sama almarhum,” tuturnya.

Informasi yang dihimpun suryametro.id, pihak keluarga akan melakukan musyawarah terkait habisnya uang milik almarhum kakek makmur, serta meminta agar pihak keluarga yang berada di Kendari segera bertanggung jawab dengan mengembalikan uang milik almarhum kakek Makmur.

Reporter: Putra
Editor: Adhil