Diculik Abu Sayyaf, Tiga Nelayan Wakatobi Berhasil Diselamatkan

85
WNI korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf berhasil diselamatkan. (Antara)

JAKARTA, suryametro.id – Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang diculik kelompok bersenjata Abu Sayyaf, berhasil diselamatkan Pasukan Tentara Filipina di perairan Pulau Pasigan, Ubian Selatan, Tawi-Tawi, pada Kamis malam waktu setempat, 18 Maret 2021.

Ketiganya pria tersebut yakni Riswanto Bin Hayono, Arizal Kastamiran, dan Arsyad Bin Dahlan asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dalam penyelamatan itu, seorang warga negara Filipina bernama Sahud Salisim alias Ben Wagas berhasil diselamatkan.

Adanya tiga WNI yang diculik oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf diselamatkan, dibenarkan Konsul Jendral RI di Kota Kinabalau, Sabah, Malaysia, Krisnha Djelani, melalui pesan tertulisnya, Jumat (19/3/2021).

Para WNI yang sempat diculik itu, bekerja disalah satu perusahaan nelayan ikan di Malaysia. WNI ini diculik di Tambisan pada 17 Januari 2020 lalu.

Saat itu, ada empat WNI yang diculik, namun satu orang tewas saat mencoba untuk melarikan diri di Patikul Sulu, pada 29 September 2020.

KJRI Kota Kinabalu mengatakan, ketiga WNI berhasil diselamatkan ketika kelompok Abu Sayyaf berusaha menghindari operasi milter Filipina di wilayah Sulu sehingga berlayar menggunakan perahu kayu bermesin.

“Para WNI sandera tersebut dipindahkan ASG dari Indanan, Sulu, ke tempat lain karena terdesak akibat operasi gabungan Aparat Keamanan Filipina,” menurut keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jumat (19/3). Dikutip dari Antara.

Kini ketiganya telah diamankan di Marine Police Station Tandubas, Tawi-Tawi. KJRI Davao melalui anggota TNI di Border Crossing Station Indonesia di Bongao, Tawi Tawi telah menemui, memverifikasi serta memeriksa kondisi para WNI dan mereka dalam keadaan sehat.

Ketiga WNI rencananya akan dibawa ke Zamboanga sebelum diterbangkan ke Manila untuk proses kepulangan ke Indonesia.

Sementara itu, satu orang WNI lainnya, yaitu MK (laki-laki, 12) masih belum diketahui keberadaannya.

Kemlu melalui KBRI Manila dan KJRI Davao City akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Filipina dan aparat setempat untuk memberikan perlindungan bagi WNI tersebut. (adm/lma)