Diduga Palsukan DPT, Ketua PPKD Banabungi di Kadatua Dilapor ke Polisi

214
Adnan SH MH, kuasa hukum salah satu calon Kepala Desa Banabungi laporkan Ketua PPKD Desa Banabungi ke Polres Baubau. Doc. suryametro.id

BATAUGA, suryametro.id – Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Desa Banabungi, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan (Busel) inisial, LA kini harus berhadapan dengan hukum. LA dilaporkan ke Polres Baubau oleh salah satu calon Kepala Desa Banabungi, H La Ode Ali Yunus karena diduga melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan daftar pemilih tetap (DPT).

La Ode Ali Yunus melalui kuasa hukumnya Adnan SH MH menuturkan, dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa paling tidak melewati beberapa tahapan, yaitu tahapan persiapan, pencalonan, pemungutan dan perhitungan suara, penetapan hasil pemilihan dan pelantikan.

Dalam tahapan persiapan ini, salah satunya adalah Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) menyusun dan menetapkan daftar pemilih sementara sampai pada penetapan daftar pemilih tetap, kemudian daftar pemilih tetap tersebut diumumkan di tempat yang strategis di desa untuk diketahui oleh masyarakat dalam jangka waktu tiga hari, terhitung sejak berakhirnya jangka waktu penyusunan daftar pemilih tetap.

Adnan melanjutkan, daftar pemilih tetap yang sudah disahkan oleh PPKD tidak dapat diubah, kecuali ada pemilih yang meninggal dunia, PPKD membubuhkan catatan dalam daftar pemilih tetap pada kolom keterangan “meninggal dunia”.

“Intinya, DPT yang telah ditetapkan secara sah tidak boleh diubah, terlebih perubahannya dilakukan secara diam-diam,” tegas Adnan.

Dalam pemilihan kepala desa Banabungi, Kecamatan Kadatua, Busel, oleh PPKD secara sah telah menetapkan DPT pada 06 Oktober 2021 dengan jumlah DPT 750 orang. Namun ironisnya, dua hari sebelum pemungutan suara tepatnya tanggal 26 November 2021, sejumlah nama wajib pilih dalam DPT tersebut tiba-tiba dirubah dengan nama-nama lain secara diam-diam oleh panitia yang diduga dikomandoi oleh ketua panitia, LA.

“Perubahan nama-nama secara diam-diam dalam DPT yang telah sah, itu dapat diklasifikasikan sebagai dugaan tindak pidana pemalsuan surat,” ujar Adnan.

Kata Adnan, perbuatan LA telah dilaporkan ke Mapolres Baubau pada Minggu, (02/01/2022). Dan saat ini, pihaknya tinggal mengawal prosesnya.

“Kami sekarang tinggal menunggu prosesnya. Kami percaya dan meyakini, pihak kepolisian selalu bekerja profesional dalam menangani perkara, termasuk perkara yang kami laporkan ini,” tutupnya.

Editor: Adhil