Diduga Serobot Tanah Warisan di Kendari, Perusahaan Properti Dipolisikan

221
Plang Kantor Pengacara yang dipasang di atas tanah warisan. (Foto: Istimewa)

KENDARI, suryametro.id – 1 hektar tanah warisan yang terletak di seputaran Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari diduga diserobot oleh salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kasus dugaan penyerobotan itupun kini telah dilaporkan di Polda Sultra.

Laporan tersebut dilayangkan Muhammad Zakir Rasyidin yang merupakan kuasa hukum para ahli waris yang berjumlah 30 orang. Ia bersama salah seorang ahli waris mendatangi Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk membuat laporan polisi dengan nomor LP/B/35/VIII/2021/SPKT/Polda Sulawesi Tenggara tertanggal 14 Agustus 2021.

“Saya kira pelaporan tersebut adalah hak setiap warga negara. Yang merasa haknya dirampas secara paksa dan melawan hukum oleh pihak lain. Karenanya dengan melaporkan, maka Negara melalui perangkat hukumnya dilibatkan untuk menemukan keadilan,” jelas Zakir kepada suryametro.id, Selasa, (17/8/2021).

Zakir menjelaskan, proses perkara tersebut bermula ketika tanah milik kliennya tersebut dirampas oleh salah satu perusahaan properti dengan cara bar-bar karena tidak memperhatikan legalitas hukum dalam proses jual-beli.

Meski demikian, sebelum melayangkan laporan, Zakir terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Termasuk pihak terduga pembeli tanah. Terduga pembeli tanah ini mengakui bahwa tanah tersebut dibeli dari seseorang.

Padahal, berdasarkan keputusan Pengadilan Agama, tanah tersebut merupakan hak milik 30 ahli waris yang dibuktikan dengan dokumen sertifikat yang sah. Bahkan, dari 30 ahli waris tersebut mengaku tidak pernah melakukan transaksi jual beli tanah.

“Maka tentu ini harus didalami oleh Penyidik. Dia beli dari siapa dan atas persetujuan siapa? Sebab tanah ini punya dokumen dan 30 orang ahli waris yang namanya tercatat dalam Penetapan Pengadilan tersebut tidak pernah menjual tanah dimaksud. Ini harus dikejar, siapa saja yang terlibat,” tegas Zakir.

Selain pelaporan penggelapan barang tidak bergerak tersebut, Zakir juga mengaku telah membuat laporan atas pengrusakan plang kantor pengacara yang terpasang di atas tanah warisan seluas 1 hektar itu.

“Ada Laporan pengrusakan plang Kantor Pengacara, sudah kita buatkan juga laporannya, kami percayakan sepenuhnya kepada Polda Sultra. Insha Allah hukum ditegakkan dengan Komitmen Presisi,” ucapnya.

Penulis : Hariman