Dies Natalies ke II, UMu Buton Gelar Seminar Internasional

74
Dies Natalies ke II, UMu Buton Gelar Seminar Internasional melalui Webinar. (Foto: Ist)

BAUBAU, suryametro.id – Dalam rangka Dies Natalis ke II, Universitas Muslim (UMu) Buton menggelar seminar Internasional, dengan menghadirkan pemateri dari dalam dan lintas Negara, yang digelar selama dua hari 26-27 Mei 2021.

Dalam seminar ini mengangkat tema ‘Islam dan Kebudayaan Nusantara’. UMu Buton diharapkan menjadi perguruan tinggi yang menginisiasi sebuah perpustakaan budaya buton. Perpustakaan budaya ini, yang nantinya akan mengumpulkan dan merawat sumber-sumber sejarah dan adat istiadat lokal masyarakat buton.

Rektor UMu Buton, Sumiman Udu mengatakan, bahwa dalam pengembangan budaya, harus menjadikan kebudayaan sebagai tambang emas yang tidak habis digarap. Artinya, sudah saatnya universitas atau para peneliti untuk menjadikan budaya, sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menciptakan berbagai produk inovatif yang berbasis budaya. Di sisi yang lain, budaya adalah salah satu soft power yang dapat meningkatkan rasa solidaritas sosial dalam membangun soliditas kebangsaan kita sebagai sebuah negara Indonesia yang multikultural.

“Tentunya, Umu Buton harus mampu menjadi salah satu kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu memanfaatkan berbagai sumber dan potensi budaya lokal. Pilkada di Indonesia sebagai salah satu sumber inspirasi dalam menciptakan produk-produk baru, yang dapat bernilai ekonomis. Kita dapat belajar dari Korea Selatan yang mampu melakukan propaganda budaya melalui film, selalu diikuti dengan berbagai produk seperti alat kosmetik, handphone dan mobil. Korea Selatan mampu menguasai dunia melalui budaya, bukan melalui kekuatan militer,” terangnya.

Ia menuturkan, bisa belajar dari para ulama yang menyebarkan Islam di nusantara, dengan menggunakan berbagai budaya lokal konsep akulturasi budaya, para ulama di masa lalu mampu mengislamkan nusantara, sehingga Indonesia menjadi negara dengan muslim terbesar di dunia. UMu Buton harus menjadi salah satu kekuatan dalam pengembangan kebudayaan di kawasan timur Indonesia.

Selain itu Ketua Panitia, Anna Nurawalia mengatakan, UMU Buton konsisten dan teguh dalam prinsip kolaborasi, dengan menghadirkan beberapa pemateri dari beragam universitas dan disiplin ilmu. UMU Buton sepakat bahwa kesuksesan akan tercapai melalui kerja sama yang sinergis.

“Harapan saya, kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dan ke depannya dapat melibatkan suara-suara perempuan di Tanah Buton,” kata Anna.

Dalam seminar ini, para pemateri menekankan, akan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya sehingga tidak luntur oleh perubahan zaman yang begitu sangat cepat. Filosofi bolimo karo somanamo lipu dan nilai-nilai luhur yang dipegang oleh para pemimpin, dan pendahulu Buton mencegah dari tindakan korupsi atau penyelewengan kekuasaan (abuse power).

Dalam konteks islam dan kebudayaan Nusantara, para pemateri tidak ingin memperdebatkan islam arab,islam nusantara, budaya ziarah, adat istiadat yang beragam, atau kearifan lokal yang bhineka. Namun, bagaimana umat islam khususnya dalam lingkup masyarakat Buton dapat hidup harmonis dengan tetap mempertahankan adat istiadat yang sesuai akidah Islam.

Pada kegiatan seminar tersebut, peserta yang hadir mencapai 300 lebih. Antusias peserta cukup tinggi pada saat pemaparan materi dan diskusi. Peserta berharap UMU Buton dapat mengambil peran utama dalam mengisi pos pos strategis budaya, sejarah, agama Islam, sosial, dan kebudayaan Buton.

Penulis : La Ode Muh. Abiddin