Diklaim Lebih Fleksibel, Nadiem Luncurkan Kurikulum Merdeka

20
Mendikbudristek Nadiem Makarim memberikan kebebasan kepada sekolah untuk memilih satu di antara tiga kurikulum yang disediakan pemerintah. (Foto: Rusman - Biro Pers)

JAKARTA, suryametro.id — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan kurikulum merdeka. Mendikbudristek Nadiem Makarim mengklaim kurikulum ini akan menciptakan kegiatan belajar menjadi lebih fleksibel.

Nadiem mengatakan kurikulum merdeka diluncurkan demi mengejar ketertinggalan pendidikan di masa pandemi Covid-19.

“Jadi kita mengikuti filsafat kemerdekaan, merdeka belajar. Dan kita memberi sekolah tiga opsi sesuai dengan kesiapannya masing-masing,” kata Nadiem dalam konferensi virtual, dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (11/2/2022).

Ia katakan sekolah akan diberikan kebebasan dalam menentukan kurikulum sesuai dengan kesiapannya masing-masing.

Opsi pertama, sekolah diperbolehkan untuk tetap menggunakan kurikulum 2013 bila belum merasa nyaman melakukan perubahan.

“Tidak dipaksakan sama sekali, tidak perlu khawatir lagi bahwa sekolah-sekolah ganti menteri ganti kurikulum,” ujar Nadiem.

Opsi kedua, bagi sekolah yang ingin melakukan transformasi namun belum siap dengan perubahan besar, diperkenankan memilih kurikulum darurat.

“Dia [sekolah] ingin memilih kurikulum yang lebih sederhana, dia masih mau di [kurikulum] 2013 tapi yang jauh lebih ringkas materinya, dia boleh memilih kurikulum darurat,” kata Nadiem.

Dan opsi ketiga, sekolah yang menginginkan dan siap dengan perubahan, diperbolehkan menggunakan kurikulum merdeka.

“Kurikulum ini adalah opsi, pilihan. Karena kita sudah sangat sukses dengan kurikulum darurat, kita menggunakan filsafat yang sama, ini pilihan bagi sekolah mengikuti pilihannya masing-masing,” tuturnya.

Nadiem menjelaskan, dengan kurikulum merdeka, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah nantinya akan jauh lebih fleksibel, dengan fokus pada materi yang esensial saja.

Menurutnya, kurikulum baru ini akan memberikan keleluasaan bagi para guru untuk memperdalam materi dan menggunakan perangkat ajar sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Mereka bisa menerapkan beberapa bagian saja dari prinsip kurikulum merdeka, tidak perlu full. Mereka juga bisa menerapkan kurikulum merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan, dan menerapkan kurikulum merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajarnya,” katanya. (adm)