Dugaan Kecurangan CPNS Busel 2021, Adnan: Itu Tindak Pidana

122
Ketua Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia Kota Baubau, Adnan SH MH

BAUBAU, suryametro.id – Dugaan kecurangan Tes CPNS di Buton Selatan sekam tidak ada habisnya, pasalnya setelah terjadi pada 2019 lalu, kini terjadi kembali pada beberapa bulan lalu tahun ini.

Menanggapi hal itu salah seorang praktisi hukum Kota Baubau, Adnan SH MH angkat bicara. Menurut dia bila dilihat secara pintas yang terjadi pada tahun 2019 dengan 2021 itu sama, yaitu sama-sama dugaan kecurangan, hanya saja menurutnya bila dilihat dari sudut pandang hukum ada perbedaan.

“Saya pernah baca disalah satu media online, bahwa dugaan kecurangan pada tahun 2021 ini indikasi kecurangannya tidak hanya dengan menggunakan calo tetapi juga dengan modus remote access, dan akibat adanya dugaan kecurangan itu, sehingga pihak BKN mendiskualifikaai 41 peserta CPNS Busel,” tutur Adnan.

Pria yang akrab dengan sapaan Tejo itu menjelaskan, dari bukti yang ditemukan pihak BKN itu sudah cukup untuk mengajukan laporan tentang adanya dugaan tindak pidana.

“Itu merupakan pidana, dan tidak boleh dibiarkan,” tegas Adnan.

Menurut Adnan, ada beberapa ketentuan Pasal pidana untuk menjerat para pelaku dalam Dugan kecurangan tes CPNS Busel tahun ini diantaranya adalah Pasal 30 Jo. Pasal 46 UU ITE dengan ancaman pidana 6 tahun sampai 8 tahun.

“Terhadap dugaan tindak pidana ini siapapun berhak melapor, hanya menurut saya yang lebih baik itu adalah peserta tes CPNS saat itu. Tapi maksud saya bukan yang disiskulifikasi ya, karena kan sampai sekarang mereka tidak melapor. Tetapi peserta yang lain baik secara berkelompok atau hanya seorang juga bisa,” terang Ketua Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) Kota Baubau ini.

Editor: Adhil