Dukung Program Pemkab, DPRD Konsel KAD di Lima Lokasi

57
Salah satu Lokasi Tugas KAD Anggota DPRD Konsel - Doc: suryametro.id

ANDOOLO, suryametro.id – Dalam rangka mendukung program Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, belum lama ini telah melaksanakan Kajian Antar Daerah (KAD) di lima titik lokasi tugas.

Lima Lokasi tugas tersebut terdapat di Balai Besar Vetruner Maros Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Maros, Dinas Perhubungan Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Desa Kepel Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur, Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dan Desa Wana Giri Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Provinsi Bali.

Dalam KAD tersebut, terkait pengembangan penggemukan sapi dan kesehatan hewan, Dana Bagi Hasil (DBH) retribusi bandara, budidaya dan pengembangan porang hingga terkait perencanaan dan pengembangan obyek destinasi pariwisata. Serta terkait peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam membangun dan mengelola pariwisata.

Pimpinan DPRD Konsel Irham Kalenggo, beserta Wakil ketua I melakukan kajian di Dinas Perhubungan Kabupaten Maros terkait DBH retribusi Bbndara yang diterima langsung oleh Sekretaris dan Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kabupaten Maros.

Kemudian, penjelasan Tim Teknis oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, bahwa pengelolaan Bandar Udara Hasanuddin Makassar sepenuhnya ada dalam kewenangan Provinsi Sulsel, sehingga untuk pengutipan retribusi di Bandara, Kabupaten kebagian untuk retribusi ruang parkir Bandara. Dimana, Kabupaten Maros menerima bagi hasil dari retribusi melalui Dinas Pendapatan Sulsel.

Dilain tempat, wakil ketua II Hj Hasnawati beserta Ketua Komisi II Tasman Lamuse dan Anggota Komisi II lainnya melakukan KAD pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Maros. Dimana kaitannya Kabupaten Konsel merupakan sentra produksi bibit sapi unggul, berdasarkan keputusan Menteri Pertanian.

Sementara, Wakil Komisi II Sutiono beserta anggota lainnya melakukan KAD di Desa Kepel Kecamatan Kare Madiun Jatim, yang diterima langsung oleh Ketua Kelompok Tani pada Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Porang Kepel oleh Suyanto.

Pada kesempatan itu, Suyanto menjelaskan bahwa kurang lebih 10 tahun mengembangkan tanaman porang. Berdasarkan di lapangan bahwa tidak ada rekayasa karena itu mutlak dari pengalaman, yang perlu menjadi perhatian utama dalam mengembangkan porang, adalah lahan yang cukup bersih dan keadaan PH tanah. Cara pemupukan atau pengobatan tanaman porang.

“Dalam revolusi pola tanam budidaya dan mengembangkan tanaman porang, bukan bertujuan untuk menggeser tanaman pangan serta produktif yang ada. Harapannya bisa memenfaatkan lahan di sela-sela tanaman produktif selebihnya lahan tidur yang ada, guna menambah nilai perekonomian para petani indonesia,” ujarnya.

Ditempat yang berbeda, Ketua Komisi III Herman Pambahako, beserta anggota Komisi III lainnya melakukan KAD di Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Bali. Yang diterima oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Bapak I Gusti Ngurah Susatia Putera.

Sedangkan Ketua Komisi I Nadira beserta Anggotanya, melakukan KAD di Desa Wana Giri Buleleng, Bali, diterima langsung oleh Kepala Desa Made Suparanton, serta Ketua Bumdes Wana Giri Made Darsana dan kelompok pengelola pariwisata.

Reporter: Udin