Evaluasi Kedisiplinan ASN, Wabup Konsel Kunker dan Monev di Empat Kecamatan

78
Wabup Konsel Rasyid saat melaksanakan Kunker dan Monev di empat Kecamatan - Foto: Udin/suryametro.id

ANDOOLO, suryametro.id – Dalam rangka mengevaluasi kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), Wakil Bupati (Wabup) Konawe Selatan (KOnsel) Rasyid, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di tingkat Kecamatan, Kamis (20/5/2021).

Pada kesemapatan itu, Wabup Konsel mendatangi empat Kecamatan, mulai dari Kecamatan Sabulakoa, Kecamatan Mowila, Kecamatan Angata dan Kecamatan Benua, yang dikunjunginya selama dua hari.

Wabup Konsel, Rasyid saat dikonfirmsi mengatakan, Kunker dan Monev tersebut amatlah penting dilakukannya, demi melakukan pembinaan dan juga pengawasan, terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan. Serta pelayanan publik di tingkat Kecamatan, yang berkesesuaian dengan program Pemerintah Kabupaten Konsel.

“Selain itu, sensus kepegawaian yang kita lakukan ini, bertujuan untuk meningkatkan disiplin ASN Konsel, sehingga ada perbandingan lurus antara kinerja dengan kesejahteraan, yang akan didapatkan. Didasarkan atas kalkulasi penerimaan dan belanja daerah,” jelasnya.

Lanjutnya, pada saat di Kecamatan Angata ia dengan tegas, meminta Camat sebagai perpanjangan tangan Kepala Daerah di wilayah Kecamatan, untuk tidak segan-segan melaporkan ke Pimpinan Daerah. Jika ada kepala instansi atau jawatan di Tingat Kecamatan, yang tidak melakukan koordinasi dengan Camat dan bekerja seenaknya saja, agar segera dilakukan pembinaan peningkatan disiplin dan etika birokrasi ASN.

“Terkait dengan masalah di Puskesmas dan Tenaga Pengajar GTT (Guru Tidak Tetap), saya meminta Kepala Puskesmas (Kapus) agar melakukan telaah, untuk mekanisme pembuatan SK dengan system imbalan sebagai insentif, atas jasa yang telah dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan dan BKPSDM,” terangnya.

Sementara itu, untuk SK GTT dan Perawat agar menunggu kebijakan dari Pemkab Konsel. Untuk itu, ia meminta agar Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas (Kapus) untuk tidak menerima tenaga honorer baru.

“Untuk Kecamatan Sabulakoa, kita meminta perencanaan pembangunan Masjid agar dibuat kalkulasi jumlah jamaahnya, sehingga unsur manfaat dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Kemudian, dalam Kunker dan Monev itu ia juga menemukan fakta, bahwa masih sangat dibutuhkan mobiler dan rehab sekolah SD dan SMP di Kecamatan Sabulakoa. Dimana, kondisinya memang perlu perhatian serius oleh Pemkab, dengan harus melakukan perubahan nomenklatur nama sekolah di Sabulakoa, yang seluruhnya masih menggunakan nama Kecamatan Landono.

“Di Kecamatan Mowila, ada permintaan pengawas sekolah, yang telah mempunyai sertifikat pengawas. Agar diadakan pelatihan atau BINTEK di Kecamatan Mowila, yang nantinya akan menjadi atensi pemerintah,” tukasnya.

Sementara di Kecamatan Benua, Rasyid meminta agar masyarakat dapat menghindari dan melaporkan, jika ada Pungli yang diketahui.

“Jika ada hal seperti itu terjadi, silahkan japri, jika ada aparat Kecamatan yang pungut-pungut tanpa ada aturannya,” tegas Rasyid.

Reporter: Udin