Fazrin Meninggal Dunia Sehari Menjelang Pulang ke Buton

27

BAUBAU, suryametro.id – Innalillahi wa innailaihi rojiun. Fazrin (6) bocah asal Labuandiri, Kabupaten Buton telah berpulang ke Rahmatullah, Minggu (17/1/2021). Padahal, Fazrin sudah direncanakan untuk kembali ke kampung halamannya, Senin (18/1/2021) besok pasca menjalani pemulihan gizi dan operasi Hidrosefalus Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Terakhir, Jumat (15/1/2021) Fazrin melakukan kontrol kesehatan di Rumah Sakit Akademis di Makassar. Hasilnya tidak ada masalah dengan kesehatan Fazrin. Dokter pun sudah memberikan rujukan bahwa Fazrin sudah diperbolehkan kembali ke Buton. Kode booking tiket maskapai Citilink, Senin (18/1/2021) siang sudah dikantongi. Barang-barang bawaan sudah di bungkus rapih. Semua bergembira, termasuk Fazrin yang semakin aktif bergerak.

Kapolres Baubau, AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari bahkan sudah bersiap untuk menjemput Fazrin. Bahkan, jika ada waktu lowong, Rio Tangkari selalu ikut memantau perkembangan kesehatan Fazrin. Baik melalui pesan WhatsApp maupun lewat panggilan video. Sebab itu, untuk menyesuaikan waktu penjemputan, kepulangan Fazrin sudah dikondisikan oleh Rio Tangkari dengan mengambil penerbangan Senin siang.

Tapi, raut wajah gembira karena akan kembali pulang berubah panik. Kesehatan Fazrin tiba-tiba drop, sejak Minggu (17/1/2021) malam Fazrin beberapa kali BAB. Hujan deras yang terus mengguyur sedikit menjadi halangan untuk segera membawa Fazrin menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Unhas.

Fazrin sempat mendapat tindakan medis di RS Unhas. Tapi, semua upaya sudah dilakukan. Sang pemilik nyawa lebih memilih untuk memanggil Fazrin kembali ke pangkuannya. Fazrin dinyatakan meninggal dunia, Minggu (17/1/2021) pagi sekira pukul 07.40 WITA. Berdasarkan surat keterangan yang diterima, Fazrin didiagnosa menderita gagal napas.

Ibu Fazrin, Wa Sani coba untuk membangunkan Fazrin berkali-kali. Seolah tidak percaya dengan apa yang dihadapi. Fazrin yang selalu terlihat tersenyum meski menderita sakit, kini sudah tak ada lagi. Jenazah Fazrin langsung dimandikan. Setelah di kafani, Fazrin dimasukkan ke dalam peti untuk diterbangkan ke Baubau.

“Kami tiba pukul 3 sore. Kalau Fazrin tiba pukul 5 sore,” bunyi pesan WhatsApp Ibu Melani yang mendampingi Fazrin.

Reporter : Novi
Editor : Hariman