Gaza Berdarah, Pertempuran Pecah Israel Tembak Mati Remaja Palestina

32
Pemuda Palestina melempar batu saat bentrokan dengan tentara Israel selama hari Nakba di dekat pos pemeriksaan Qalandia di pinggiran Ramallah (15/4). Palestina menandai berdirinya Israel pada tahun 1948 dengan hari 'Nakba' atau 'bencana' pada tanggal 15 Mei, untuk mengingat ribuan orang Palestina yang melarikan diri atau diusir selama penciptaan negara Yahudi. Ilia Yefimovich/Getty Images

JAKARTA, suryametro.id – Kabar mengejutkan datang dari zona konflik terpanas dunia, Gaza. Darah kembali tumpah setelah terjadi bentrok senjata.

Militer Israel menyerang kamp pengungsian Balata dan menembak mati seorang remaja.

Berdasarkan informasi yang didapatkan VIVA Militer, Selasa 24 Agustus 2021, militer Israel menyerang Kamp Balata pada dini hari waktu setempat.

Penyerangan dilakukan secara brutal hingga menewaskan seorang remaja Palestina berusia 17 tahun bernama Imad Khaled Hashash.

Militer Israel alias Israel Defense Force (IDF) dalam keterangan resmi menyatakan bahwa penyerangan ke Kamp Balata dilakukan sebagai operasi penangkapan teroris.

Namun saat IDF masuk, mereka diserang dan ditembaki hingga akhirnya terjadi pertempuran senjata dan akhirnya menewaskan remaja Palestina.

“Tidak ada korban dari pasukan kita. Operasi selesai dan buronan, yang diduga terlibat dalam kegiatan teroris, ditangkap. Selain itu, di akhir operasi, gangguan kekerasan dimulai, termasuk melempar balok dan benda ke pejuang IDF dari atap gedung yang berdekatan dengan pasukan. Selama kerusuhan, sejumlah tersangka mengidentifikasi seorang tersangka di atap gedung memegang benda besar di kedua tangan, dan mencoba melemparkannya ke seorang pejuang yang berdiri di bawah gedung. Salah satu pejuang merespons dengan menembak dan sebuah serangan diidentifikasi,” tulis IDF.

(viva.co.id)