Harga Beras di Pasar Mahal, Warga di Kabupaten Muna Serbu Kantor Bulog

141 views
Kepala Cabang Perum Bulog Raha, Ritno ditemui diruangannya, Rabu (01/03/2023).

RAHA, suryametro.id – Dampak melonjaknya harga beras di pasar sentral Laino, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), membuat warga menyerbu hingga terpaksa mengantri panjang untuk mendapatkan beras murah di Kantor Bulog.

Kepala Cabang Perum Bulog Raha, Ritno ditemui diruangannya, Rabu (01/03/2023) menjelaskan, program beras medium diperuntukan bagi konsumen akhir masyarakat umum yang merupakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta sebagai upaya untuk menstabilkan harga, khususnya beras yang mengalami kenaikan harga.

“Bulog memiliki kewajiban menstabilkan harga, dan kami juga tidak mengikuti harga pasar. Sebab penugasan kami, mengikut harga sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, masyarakat yang melakukan pengantrian di Bulog bukan merupakan kewajiban, namun pihaknya hanya mendekatkan pelayanan pada masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

“Setinggi-tingginya harga beras itu, tiba di konsumen akhir 9.450 per kilo namun harga beras di pasar saat ini bermain 13.000 sampai 16.000 per kilo,” ungkapnya.

“Beras yang kita siapkan bisa menyasar semua masyarakat, kalau tidak dibatasi bisa jadi akan dimanfaatkan bagi pemilik modal besar, kasian kita punya ina-ina mereka tidak dapat. Sehingga ada pembatasan gerak. Untuk satu orang itu hanya dapat 1 karung berat 15 kg dan saat pengambilan, mohon disertakan dengan KTP,” katanya.

Untuk mendapatkan beras Bulog bukan hanya di Kantor Bulog, namun tersedia di Pasar Laino mitra Bulog (RPK), kelurahan maupun desa.

“Harga yang di jual di Bulog beras medium ukuran 5 Kg harganya Rp 43.500 dan 15 Kg harganya Rp132.000,” sebutnya.

Kondisi beras saat ini belum stabil karena belum tiba waktu panen, Kalau sudah panen di bulan pertengahan Maret atau april harga beras akan stabil

“Masyarakat yang mengantri membeli beras di Bulog sudah dimulai sejak Desember. Puncaknya itu mulai dua minggu terakhir. Dalam sehari bisa terjual 10 ton yang sebelumnya hanya empat ton per hari,” lanjutnya.

Kesediaan stok beras saat ini 300 ton sementara dalam perjalanan 750 ton, sehingga dengan stok beras yang dimiliki bisa menjangkau sampai pertengahan bulan april.

“Ini juga peringatan bagi mitra kami, jangan ada yang memanfaatkan momen untuk mendapatkan keuntungan, seperti mengoplos beras dari bulog dengan beras yang bukan dari bulog. Kalau ada yang melakukan mengoplos beras bulog kita akan caput izinnya,” tegasnya menutup.

Penulis: Iman