Hari Toleransi Internasional, Menag: Perbedaan Adalah Fitrah

23
Foto: Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Dok Menag)

JAKARTA, suryametro.id – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memperingati Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance yang jatuh pada hari ini. Yaqut menilai peringatan ini sebagai wujud nyata keberagaman dan toleransi umat manusia.

“Setiap kita perlu terus menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan,” ujar Yaqut melalui keterangan persnya, Selasa (16/11/2021).

Yaqut pun mengingatkan pentingnya saling toleransi sesama umat manusia. Dia juga mengatakan meski setiap orang memiliki keyakinan berbeda, namun di mata kemanusiaan semua manusia itu dipandang sama.

“Keragaman adalah potensi bagi kita untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Sebab, mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan,” katanya.

Menurut Yaqut, Kemenag saat ini sedang berupaya melakukan penguatan moderasi beragama. Ada empat indikator dalam penguatan moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan ramah terhadap tradisi.

Moderasi beragama, kata dia, adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengimplementasikan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

“Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama,” ucapnya.

Terakhir, Yaqut berharap ASN, utamanya di lingkungan Kemenag, bisa menjadi pelopor dalam penguatan moderasi beragama. Yaqut juga mengajak para tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, dosen, guru, dan penyuluh agama, serta kalangan milenial untuk bersinergi meningkatkan toleransi antarumat melalui semua saluran.

“Perbedaan adalah fitrah,” tegasnya.

Diketahui, 16 November selalu diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance. Peringatan ini didasarkan pada hasil kesepakatan dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1995.

(detik.com)