Ini Alasan Pasien Covid-19 di Baubau Terus Meningkat

812
Ini Alasan Pasien Covid-19 di Baubau Terus Meningkat. Ist

BAUBAU, suryametro.id – Data yang dihimpun suryametro.id dari laman resmi http://corona.sultraprov.go.id/, Kota Baubau menjadi daerah tertinggi kedua kasus positif Covid-19.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Baubau sampai tanggal 7 Juli 2021 berjumlah 1.447 pasien. Dengan rincian, pasien sembuh 1.196 orang, pasien meninggal 30 orang dan pasien dalam perawatan berjumlah 194 orang.

Sedangkan Kota Kendari yang berada di posisi teratas jumlah pasin Covid-19 sebanyak 5.411 orang. Dengan rincian pasien sembuh 4.691 orang, pasien meninggal berjumlah 71 orang dan pasien dalam perawatan mencapai 649 orang. (lengkap buka link https://corona.sultraprov.go.id/front/data2)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Roni Mochtar menjalaskan alasan Kota Baubau kini terus mengalami peningkatan jumlah pasien Covid-19. Salah satunya dikarenakan BLUD Palagimata menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan khusus pasien Covid-19 di wilayah Kepulauan Buton.

Maka secara otomatis, setiap pasien Covid-19 yang dirujuk dari luar Kota Baubau dalam hal ini dari Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi dan Buton Utara secara otomatis akan masuk hitungan pasien positif Covid-19 Baubau.

“Baubau ini kan kebetulan jadi tempat rujukan bagi wilayah Kepton. Jadi memang pelayanan pasien covid ini tidak hanya dari Baubau. Namun pasien covid dari luar Baubau juga dirawat di Baubau,” kata Roni, Rabu (7/7/2021) malam.

Ia membeberkan, untuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) ada beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 selain BLUD Palagimata. Diantaranya, RS Bahteramas, RS Kolaka dan beberapa lainnya.

“Kalaupun rumah sakit kita sudah tidak bisa menampung, kita akan pakai rumah sehat. Tapi, untuk pasien umum tetap akan dilayani,” beber pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III Satgas Covid-19 Baubau ini.

Penulis : Hariman