Ini Kronologi Kecelakaan Tunggal Menewaskan Enam Mahasiswa UHO Kendari

152
Nampak Minibus Avanza Warna Hitam, yamg ditumpangi sembilan Mahasiswa UHO Kendari - Doc: Suryametro.id

BOMBANA, suryametro.id – Kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Poros Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (7/6/2021) kemarin, enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Kecelakaan lalu lintas, yang menewaskan enam mahasiswa Jurusan Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari itu, berawal saat sembilan mahasiswa ini baru melakukan penelitian di perusahaan tebu milik PT Jhonlin Batu Mandiri.

Akibat kecelakaan di Bombana itu, lima orang mahasiswa UHO atan nama Riski Adrianus (20), Olaf Cahyadi (19), Sawaludin (19), Indra taufik (20), dan Arsyad Arifuddin (23). meninggal seketika di lokasi kejadian, sementara empat lainnya luka-luka.

Satu hari setelah kejadian, dari empat mahasiswa yang rawat di Rumah Sakit (RS) Bahteramas Kendari. Korban yang bernama Dede Marwan (20) menghembuskan nafas terakhirnya, saat semenetara menjalani perawatan medis di RS Bahteramas Kendari.

“Bertambah satu orang, sehingga total ada enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu, sementara tiga orang lainnya masih dalam perawatan intensif oleh pihak rumah sakit,” ungkap AKP Muhammad Arifin Fajar, Kasat Lantas Polres Bomban saat dikonfirmasi media ini, Selasa (8/6/2021)

Lanjutnya, sembilan penumpang minibus Avanza warna hitam dengan nomor polisi DT 1536 TE, merupakan mahasiswa D3 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, UHO Kendari, yang sedang mengikuti kunjungan industri di salah satu perusahaan di Bombana.

Setelah melakukan perjalana pulang ke Kota Kendari, mobil yang ditumpangi sembilan mahasiswa itu, melaju sangat kencang di jalur Poros Kasipute-Tinanggea Kilometer 07, Kelurahan Lameroro. Di tengah perjalanan, mobil yang mereka tumpangi mengalami pecah ban kiri belakang. Mobil langsung lepas kendali dan keluar jalur ke bahu jalan sebelah kanan, hingga akhirnya menabrak pohon.

“Mereka dalam perjalanan hendak makan sebelum pulang, tiba-tiba ban mobil yang mereka tumpangi meledak saat melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga kehilangan kendali hingga menabrak pohon,” jelasnya.

Reporter: Gibran