Jenazah Pasien Covid-19 Membusuk di RSUD, Wali Kota Makassar Dianggap Tak Becus

141
Direktur Komunikasi Politik Lingkar Jurnal Indonesia (LJI), Andi Taufiq Aris (ATA) - IST

MAKASSAR, suryametro.id – Penanganan Covid-19 di Kota Makassar mendapat sorotan Direktur Komunikasi Politik Lingkar Jurnal Indonesia (LJI), Andi Taufiq Aris (ATA). Kritik keras yang dilontarkan ATA terkait dengan penanganan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bagaimana tidak, jenazah yang harusnya cepat ditangani justru dibiarkan begitu saja. Pihak Satgas Covid-19 Kota Makassar terkesan saling lempar tangan dengan pihak Satgas Covid-19 Provinsi Sulsel. Alhasil, jenazah sampai membusuk di RSUD Daya Makassar.

Dalam kasus ini, ATA menyoroti kepemimpinan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang tidak becus dalam menangani persoalan Covid-19 ini. Menurutnya, harus ada kejelasan mengenai siapa yang harus bertanggungjawab dalam penanganan tersebut.

“Pasalnya, Pemerintah Kota Makassar dan Pemrov terkesan saling lempar tanggung jawab dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini,” kata ATA dalam keterangan yang diterima suryametro.id, Rabu, 28 Juli 2021.

Terlebih lagi persoalan Covid-19 ini menyangkut nyawa orang banyak. Dilihat dari statistik jumlah penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Sehingga, banyak korban jiwa yang berjatuhan.

“Jangan main-main. Sebagai Wali Kota Makassar, Bapak Danny Pomanto harus bertanggung jawab pada seluruh warga kota,” tegasnya.

Apalagi, sebelumnya wali kota dengan pede-nya meluncurkan program Makassar Recover yang seakan akan program sakti tersebut ampuh dalam menangkal pendemi ini. Bahkan, disinyalir, program tersebut memakan anggaran hingga milyaran rupiah.

“Tapi kenyataannya baru urus satu jenazah saja sudah saling tuding dengan pemrov. RSUD Daya kan masuk naungan Pemkot Makassar jadi tidak usah berkilah ini itu. Seburuk buruknya kemenangan adalah mempertaruhkan kehidupan rakyat,” tutupnya.

Sekedar diketahui, lambannya penanganan jenazah Covid-19 di RSUD Daya Makassar membuat salah satu jenazah membusuk. Diketahui, pasien tersebut meninggal dunia sejak Senin, 26 Juli 2021. Pihak Satgas Covid-19 Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar saling lempar tanggungjawab.

Padahal, jenazah tersebut sudah melalui proses pemulasaran dan pihak RSUD Daya Makassar telah melaporkan hal tersebut kepada Satgas Pemprov Sulsel. Namun, jenazah baru bisa dijemput oleh Satgas Pemprov Sulsel pada Selasa, 27 Juli 2021 sekira pukul 01.00 WITA. Artinya telah lewat 24 jam sejak pemulasaran dan telah mengeluarkan bau busuk.

Penulis : Hariman