Jokowi Akan Resmikan Bank Syariah Indonesia Beraset Hari Ini

30
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) hari ini, Senin (1/2).(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

JAKARTA, suryametro.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Senin (1/2) ini. Rencana itu diketahui dari undangan acara peresmian BSI dari ketiga bank. Dalam undangan peresmian akan dilakukan jam 13.00 di Istana Negara.

Adapun bank tersebut merupakan hasil penggabungan (merger) dari anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Anak BUMN itu terdiri dari PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah.

Sebelum agenda peresmian hari ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merestui merger BRI Syariah, BSM, dan BNI Syariah pada Rabu (27/1). OJK juga mengizinkan bank hasil merger itu menggunakan nama BSI.

Namun, BSI akan menggunakan izin usaha BRI Syariah dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu, BSI harus mengurus perubahan anggaran dasar di Kementerian Hukum dan HAM serta perubahan atau pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Setelah merger, BSI akan memiliki aset sebesar Rp214,6 triliun. Sementara, modal inti perusahaan sebesar Rp20,4 triliun.

Dari segi komposisi sahamnya, mayoritas akan digenggam oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai induk dari BSM. Total kepemilikannya mencapai 51,2 persen.

Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk BNI Syariah sebesar 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk BRI Syariah sebesar 17,4 persen, DPLK BRI-saham syariah 2 persen, publik 4,4 persen.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi sebelumnya menyatakan jumlah karyawan perusahaan diprediksi mencapai 20 ribu orang. Kemudian, total cabang sebanyak 268 unit dan 852 cabang pembantu.

BSI berencana memperkuat lini bisnis konsumer dan ritel. Lalu, perusahaan akan mengembangkan sistem digital demi meningkatkan penawaran produk, mulai dari cicil emas, wakaf, zakat, dan infaq.

Selain itu, BSI berencana menjadi penjamin emisi penerbitan sukuk global senilai US$200 juta-US$300 juta per bulan. Perusahaan juga berniat melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan rights issue.

Dengan berbagai rencana tersebut, Kementerian BUMN menargetkan BSI menjadi salah satu top 10 bank syariah global. Itu berarti, BSI akan setara dengan Al Rajhi Bank di Arab Saudi dan Kuwait Finance House di Kuwait.

Sumber: cnnindonesia.com