Kades Parigi Diduga Salurkan BLT Tanpa Musyawarah Bersama Perangkat Desa

687 views
La Kuji bersama Sekdes Parigi saat ditemui media Suryametro.id. Foto: Iman/suryametro.id

RAHA, suryametro.id – Kepala Desa Parigi, Kecamatan Parigi Kabupaten Muna, LM Nurasim diduga lakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara sepihak tanpa melalui proses musyawarah bersama BPD dan unsur desa lainnya.

BLT tersebut, berdasarkan Dana Desa (DD) tahap empat tahun anggaran 2023.

Warga Desa Parigi, La Kuji mengunakan, dirinya bersama benerapa warga lainnya sempat mendapat BTL tahap satu hingga tahap tiga. Namun di tahap ke empat, dirinya sudah tidak mendapatkan BLT.

“Masalah ini sudah dilaporkan ke Polsek Parigi. Kurang lebih ada 61 orang yang sampai saat ini tidak ada kejelasan. Apakah kita masih terima BLT atau tidak lagi. Jadi kami duga, Kades tersebut salurkan BLT berdasarkan kebijakannya sendiri,” ungkap La Kuji

Karena belum diberikan bantuan BLT dan tidak ada kejelasan, La Kuji sebelum melapor di Polsek Parigi bersama rekan-rekanya sebanyak 61 orang menemui Ketua BPD namun ketua BPD menyarankan agar menemui kepala desa.

“Kami harapkan Polsek agar memproses aduan kami biar ada kejelasan anggaran BLT tahap 4 sebanyak 61 orang dan anggarannya sebanyak 54.900.000 dibawah kemana, karena informasi yang kami dapat setelah dicairkan anggaran BLT Kades yang pegang,” terang La Kuji

Ditempat yang sama Sekretaris Desa Parigi, LaOde Abdul Rajab, merasa heran dengan langkah yang diambil Kades dalam menyalurkan bantuan BLT sebab tidak melakukan musyawarah bersama BPD dan beberapa unsur lainnya.

“Kalau dalam penerima BLT ada yang diganti seharusnya di musyawarahkan bersama pendamping desa dan pendamping lokal desa, sebab merekalah yang paham Regulasi itu,” ucapnya.

“Saat itu tepatnya tanggal 28 bulan desember 202, pencairan BLT di bank Kota Raha Kades yang langsung pegang uangnya, kembali saya mengingkatkan merubah nama penerima harus ada dasarnya, baik
pijakan hukum dan regulasinya dan harus koordinasi juga dengan BPMD,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pencairan tahap 4 BLT itu berdasarkan laporan tahap 3, persoalan apakah diganti penerima bantuan BLT tidak mengetahui itu sebab semua penerima BLT terinput diaplikasi omspan.

“Dana BLT tahap 4 ini saya tidak tau apakah sudah disalurkan sama penerimanya atau belum tidak mengetahuinya, apakah seperti apa data yang digunakan,”Ucapnya.

Sementara Ketua BPD Parigi, Karim yang dikonfirmasi media ini, tidak mengetahui disalurkan sama siapa dana BLT tahap.

“Kades hanya datang di rumahnya malam hari meminta tanda tangan terkait penerima BLT, saat itu saya ingatkan apakah penerima BLT itu sudah dimusyawarahkan, namun kades menjawab itu kebijakannya sebagai kades.

“Kades ini tidak perna lakukan musyawarah terkait pergantian penerima BLT, atau penyaluran tidak mengetahui atau diinformasikan,” jelasnya.

Penulis: Iman