Karena Kebutuhan Ekonomi, Seorang Pemuda Nekat Merampok Minimarket

79
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

TANGERANG, suryametro.id – Aksi perampokan dilakukan seorang pria berinisial S (26) di salah satu minimarket di Suradita, Cisauk, Tangerang. Seluruh uang hasil penjualan di laci kasir pun dibawa lari pelaku.

Pihak kepolisian behasil meringkus S, tak jauh dari lokasi. Barang bukti yang diamankan berupa sebilah pisau berbentuk sangkur, sepeda motor matik, uang hasil kejahatan sebesar Rp2,7 juta.

“Pelaku berhasil kita amankan beberapa saat setelah kejadian, termasuk barang buktinya,” jelas Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Margana, Kamis (12/08/21).

Dijelaskan Margana, peristiwa perampokan terjadi pada Minggu 8 Agustus 2021 malam, sekira pukul 19.30 WIB. Pelaku S datang seorang diri mengendarai seunit sepeda motor matik.

“Tersangka ini datang seorang diri. Ketika itu situasi di dalam minimarket memang sepi dan tak ada pengunjung, hanya ada 2 pegawai,” jelasnya.

Pelaku langsung menghampiri seorang kasir perempuan berinisial M (30). Seraya menodongkan pisau sangkur, S membentak M untuk segera membuka laci kasir dan mengumpulkan seluruh uang di dalamnya.

“Total uangnya ada 2,7 juta, lalu diambil semua oleh tersangka,” sambung Margana.

Mengetahui ada perampokan itu, seorang pegawai minimarket lainnya berinisial W (25) memilih bersembunyi. Barulah setelah pelaku kabur, kedua pegawai meminta bantuan kepada warga dan sekuriti di sekitar lokasi.

“Pegawai minimarketnya ini nggak bisa berkutik, yang satu diancam dengan sangkur, yang satu lagi mungkin karena panik dan takut dia bersembunyi sambil mencari cara meminta bantuan,” ungkapnya.

Tak lama, lanjut Margana, polisi datang ke lokasi. Dari keterangan dan ciri-ciri yang diperoleh, petugas lantas bergegas melakukan pengejaran. S pun berhasil diciduk di tengah jalan di wilayah Suradita.

“Tersangka berhasil kita ringkus di perjalanan pelarian, masih di wilayah Cisauk,” ucapnya.

Dari pengakuannya kepada polisi, S mengaku melakukan aksi nekat itu baru pertama kali ini. Hal tersebut terpaksa dilakoni karena terbentur kebutuhan ekonomi dia dan keluarganya di rumah.

“Karena kebutuhan ekonomi, jadi dia menyebut baru kali ini melakukan aksi itu,” terang Margana.

Polisi yang mendatangi kediaman pelaku S, sempat merasa iba setelah melihat kondisi keluarga yang tempat tinggal dan kehidupannya jauh dari kata layak. Bantuan paket Sembako pun diberikan. Sedangkan S tetap menjalani penahanan di Mapolsek Cisauk.

“Kita tetap berempati terhadap keluarganya, atas perintah Pak Kapolsek kita sudah salurkan bantuan. Kalau tersangka tetap kira tahan,” pungkasnya.

(okezone.com)