Kartu Prakerja Sudah Rangkul 8,71 Juta Peserta Sejak 2020

19
Kemenko Perekonomian menyatakan program Kartu Prakerja sudah menjaring 8,71 juta pekerja semenjak dilaksanakan 2020 lalu. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN).

JAKARTA, suryametro.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan program Kartu Prakerja sudah menjaring sekitar 8,71 juta peserta semenjak diluncurkan pada tahun lalu.

Jumlah peserta itu 5,9 juta di antaranya terjaring dari 11 gelombang pendaftaran yang dibuka pada 2020 lalu. Sementara itu, 2,81 juta sisanya berasal dari enam gelombang pendaftaran yang dibuka pemerintah pada semester I 2021 kemarin.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede mengatakan program ini cukup membantu terutama di masa pandemi corona.

“(Karena) di masa pandemi sebagai program PEN serta perlindungan sosial, pemerintah melakukan transformasi kebijakan program Kartu Prakerja menjadi semi bansos ,” katanya, Rabu (7/7).

Raden mengatakan dari penerima Kartu Prakerja yang mencapai 2,81 juta orang pada semester I 2021 kemarin, sebanyak 2,77 juta orang telah membeli pelatihan, 2,71 juta orang telah menyelesaikan pelatihan, dan 2,66 juta orang telah mendapatkan insentif.

“Sebanyak Rp5,59 triliun insentif telah disalurkan,” ujarnya.

Raden menuturkan agar program Kartu Prakerja memberikan efek ganda ke pesertanya, pemerintah melakukan modifikasi program dengan mengintegrasikannya dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hal itu dilakukan sebagai upaya penguatan basis pelaku usaha mikro dan kecil.

Ia menjelaskan melalui dukungan pembiayaan usaha tersebut, maka masyarakat lulusan program Kartu Prakerja yang telah menerima pelatihan, ia harapkan dapat menjalankan usaha produktif.

(CNNIndonesia)