Kasus Bandara Kargo di Busel, Arusani Ditetapkan Tersangka

316 views

BUTON, suryametro.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), resmi menahan mantan Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani di Lapas Kelas IIa Kota Baubau, Senin malam (14/08/2023).

Penahanan itu, setelah La Ode Arusani resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan fokumen studi kelayakan Bandar Udara Cargo dan pariwisata Kecamatan Kadatua, Buton Selatan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan, tahun Anggaran 2020.

“Sebelumnya, Kejari Buton telah menetapkan tiga tersangka lainnya, salah satunya Kepala Dinas Perhubungan Busel. Dan status Arusani berdasarkan pengembangannya,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sultra, Dody SH melalui siaran persnya, Senin (14/08/2023).

Dody menerangkan, dari hasil serangkaian pemeriksaan Tim Penyidik menemukan adanya fakta-fakta perbuatan yang dilakukan oleh Tersangka, yang mana perbuatan tersebut telah memenuhi unsur-unsur pasal tindak pidana korupsi atau tim penyidik telah menemukan minimal dua alat bukti, sehingga status La Ode Arusani yang sebelumya diperiksa sebagai saksi, dinaikan menjadi tersangka.

“Peran tersangka selaku mantan Bupati Buton Selatan yaitu, memerintahkan KABID Anggaran pada BPKAD Kabupaten Buton Selatan untuk mengalokasikan anggaran Studi Kelayakan Bandar Udara Cargo dan Pariwisata Kecamatan Kadatua tanpa melalui proses perencanaan dan kegiatan tersebut tidak pernah diusulkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan,” terang Dody.

“Tersangka juga menentukan sendiri besar anggaran tanpa melalui kajian maupun penyusunan rancangan angggaran biaya oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan. Selanjutnya, tersangka memerintahkan saksi AE (pihak diluar PEMDA Buton Selatan) untuk membuat kerangka acuan kerja (KAK) kegiatan Studi Kelayakan Bandar Udara Cargo Dan Pariwisata Kecamatan Kadatua, selain itu juga tersangka menentukan sendiri besar angggaran kegiatan Studi kelayakan layakan Bandar Udara Cargo dan Pariwisata Kecamatan Kadatua sebesar Rp.2.000.000.000. (Dua Milyar Rupiah),” tambanya.

Atas perbuatannya, Arusani disangka melanggar primair pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia momor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP Subsidiair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Tersangka akan ditahan selama 20 hari sejak 14 Agustus 2023 sampai dengan tanggal 02 September 2023 di Lapas kelas IIA Baubau berdasarkan Surat Perintah Penahanan (Tingkat Penyidikan) (T-2) Kepala Kejaksaan Negeri Buton dengan Nomor: PRINT-356/P.3.18/Fd.1/08/2023, Tanggal 14 Agustus 2023,” kata Dody mengakhiri siaran persnya.

Editor: Adhil