Kasus Stunting di Wakatobi Masih Tinggi, Faktor Ekonomi Penyebab Utama

31
Kasus Stunting di Wakatobi Masih Tinggai, Faktor Ekonomi Penyebab Utama. Foto: Uno/suryametro.id

WAKATOBI, Suryametro.id – Dalam rangka percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi, melalui dinas kesehatan mengelar rembuk stunting tingkat kabupaten Wakatobi, Kamis (04/08/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan disalah satu hotel di Kecamatan Wangi-wangi itu, dihadiri langsung oleh Bupati wakatobi H Haliana SE, Ketua DPRD H Hamiruddin, Wakil Ketua II DPRD Wakatobi La Ode Nasrullah, Kepala OPD terkait, Camat dan para kelapa Desa se-kabupaten Wakatobi serta tokoh adat. Sementara Wali Bupati Wakatobi, Ilmiatin Daud mengikuti kegiatan secara daring.

Bupati Wakatobi H Haliana dalam sambutannya, menyampaikan salah satu penyebab stunting di kabupaten Wakatobi, 81 persen disebabkan karena balita tidak mendapatkan asi eksklusif, sementara 72 persen dikarena kurangnya asupan gizi.

“sehingga saya berkesimpulan bahwa karena kemiskinan. Di Wakatobi ini, untuk data ke miskinan kita tahun 2020 diangka 14,31 persen dan di dalamnya ada kemiskinan ekstrim lebih dari 8,74 persen, tetapi meski angka kemiskinan di tahun 2020 angka naik ke angka 14,91 persen, namun angka kemiskinan ekstrim turun diangka 6,32 persen,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan stunting maupun kemiskinan ektrim hanya persoalan data karena penekanan kemiskinan ekstrim hampir sama dengan stunting, dimana stunting juga salah satu penyebabnya adalah kemiskinan ekstrim sehingga perlunya perbaikan data diseluruh kabupaten Wakatobi. karena dalam penanganannya, juga memerlukan data.

“stunting merupakan persoalan data yang tidak tepat, termaksud dengan pemahaman tenaga-tenaga kita di lapangan terkait dengan general sistem dalam pelaksanaannya, kita harapkan ada kompentisi, kesesuaian, kolaborasi, kebersamaan dan bekerja sama tentunya harus terintegrasi antar perencanaan yang dibawa, baik di desa, puskesmas, kecamatan, dinas terkait kemudian di pemerintah daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil analisis situasi menunjukan bahwa pengukuran bulan Agustus tahun 2021, angka stunting di Wakatobi berada pada posisi 13,8 persen. Angka itu mengalami penurunan 8,7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang berada pada angka 22,5 persen.

Sementara itu, Kadis kesehatan Kabupaten Wakatobi Muliadin mengatakan, pelaksanaan rembuk stunting bertujuan untuk menyampaikan hasil analisis situasi kegiatan penurunan stanting intervensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi di Kabupaten Wakatobi hasil aksi satu dan aksi kedua.

Selain itu juga, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dari lembaga perencana kegiatan penurunan stunting yang terintegrasi dan membangun komitmen publik dalam kegiatan Percepatan Pencegahan stunting terintegrasi di kabupaten Wakatobi.

Penulis: Uno
Editor: Adhil