Kementan Akan Dampingi Petani Muna Tingkatkan Produksi Jagung

89 views
Kementan Akan Dampingi Petani Muna Tingkatkan Produksi Jagung. Foto: Iman/suryametro.id

RAHA, suryametro.id – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kemenpan RI) akan mendampingi dan mengawal petani Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan hasil produk hingga mengekspor jagung sebagai kebutuhan Makanan dan Minuman.

Hal ini di sampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Batara Siagian diacara Musyarawah Pembangunan Daerah (Musrembang) di Desa Bea, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Selasa (07/03/2023).

Batara Siagian dalam sambutannya mengapresiasi Bupati Muna, Ir LM Rusman Emba bersama Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Anwar Agigi telah mengembangkan pertanian jagung. Apalagi saat ini, jagung menjadi prioritas pertanian di dunia dengan produksi hampil 1 milyar, sementara di Indonesia baru 18 juta ton hasil produksi jagung.

Dihadapan para camat dan kepala desa serta tokoh masyarakat Muna, Batara menegaskan kepada para petani agar giat meningkatkan produksi jagung. Pemerintah memastikan, jagung yang diproduksi akan bernilai ekonomi untuk masyarakat.

“Kebutuhan pakan tahun lalu, Indonesia telah mengekspor jagung 160.000 ton ke Filipina dan Vietnam, sementara untuk kebutuhan makanan minuman baru mengekspor 580.000 ton. Kita akan jadikan wilayah Sultra sebagai penghasil industri makanan dan minuman dari jagung,” tegas Batara.

Untuk mewujudkan hal itu, Kementan pastikan akan mendampingi dan mengawal peningkatan hasil produksi hingga kegiatan ekspor jagung.

Sementara itu, Asisten Deputi Pangan Kementrian Perekonomian, Muhamad Saifulloh menjelaskan, sebagai pemimpin yang ada di daerah harus memberikan nuansa dan semangat bagi petani dalam meningkatkan hasil produksi.

“Pabrik jagung yang telah dibangun bukan hanya kebutuhan pakan namun untuk kebutuhan makan dan minum yang siap di ekspor,” tegasnya.

“Untuk harga jagung terkhusus kebutuhan makan dan minum harga yang diberikan pada petani harus lebih bagus dibanding kebutuhan pakan,” tambahnya menutup.

Penulis: Iman