Ketua Karateker DPD KNPI Sultra Kunker ke Baubau, Ajak Pemuda Tetap Solid

209
Ketua Karateker DPD KNPI Sultra Muhammad Amsar (kanan), bersama Direktur PT Surya Metro Media, Muhammad Ilor Syamsuddin. (Dok suryametro.id)

BAUBAU, suryametro.id – Paska menerima SK menjadi Ketua Karateker DPD KNPI Sultra, Muhammad Amsar berkunjung di Kota Baubau guna melakukan pertemuan bersama organisasi kepemudaan (OKP).

Muhammad Amsar mengatakan, tujuannya ke Kota Baubau merupakan salah satu tugas organisasi untuk merapikan organisasi sesuai AD/ART KNPI.

“Karena berdasarkan informasi masuk di DPP dan informasi yang masuk di provinsi itu, animo ber KNPI, animo pemuda luar biasa, itu yang kita jaga kalau perlu ditingkatkan sehingga tidak ada perpecahan, tidak ada KNPI lain,” jelasnya saat ditemui suryametro.id, Selasa (14/7/2021).

“Kesinambungan KNPI yang harus diperjelas, hasil Kongres Bogor per Desember 2018, kemudian itu yang kita usung sampai ke pemuda-pemuda pelosok Kabupaten/Kota sampai di Kecamatan,” sambungnya.

Selain itu Amsar menuturkan, untuk menghindari subjektivitas kawan-kawan pemuda, ia bersama sekretaris KNPI Sultra harus memastikan secara langsung serta melakukan pertemuan bersama pengurus OKP serta kader-kader kelompok cipayung.

“Tentu misalnya hasil nanti kalau sudah keluar SK karateker Baubau ini, ya akan sama. Karateker itukan hanya merapikan tugas-tugas organisasi, yang sesuai dengan AD/ART, setelah itu konsilidasi dan laksanakan musyawarah untuk kemudian lahir yang definitif,” jelasnya.

Amsar mengingatkan, dalam KNPI ada tiga hal penting yang perlu untuk diingat, yaitu Kesinambungan, Eksistensi dan Pengakuan Pemerintah.

“Kesinambungan yang dimaksud itu adalah ya kamu lahir dari KNPI mana begitu, semua orang bisa saja mengaku knpi tapi kemudian itu harus jelas. Kesinambungan kita kemudian kita akui bahwa per Desember 2018 ada yang namanya Kongres DPP KNPI yang dilaksanakan di Bogor, dari bung Rifaidarus, lahirlah bung Haris Pertama, semua pemuda Indonesia tersorot matanya disana, bahwa kegiatan kita lahirnya seperti ini. Tiba-tiba ada yang ngaku-ngaku sampai di daerah, kemudian cara melihat nya itu kesinambungan tadi,” jelasnya.

“Lah kalau misalkan Amsar ini versi mana, kalau versi yang benar cara menarik kebenaran tadi itu, ya kita lihat dari Kongres. Sebab pengamatan keputusan tertinggi dalam organisasi adalah Kongres, sehingga kesinambungannya harus jelas. Nah alhamdulillah, saya selaku ketua Provinsi KNPI Sulawesi tenggara hari ini, kesinambungan itu jelas dari, Ketum Haris hasil kongres Bogor Desember 2018, seterusnya di Kabupaten juga akan ditanyakan seperti itu,” tambahnya.

Kemudian eksistensi, ini yang menjadi poin khusus baginya, sebab ia menganggap bagi pengurus yang tidak melaksanakan Musda, itu merupakan pengurus yang kacau dan tidak jelas. Ia katakan, dari Ketum Haris ia belajar untuk tidak memanjakan pemuda untuk menjadi beban ataupun berharap dari uang Negara.

“Alhamdulillah ketum Haris sampai sekarang ini masih eksis jalan, bicara anggaran alhamdulillah tidak ada dan itu kebiasaan kader pemuda yang inovatif, yang tipe pekerja. Dua tipe itukan lahir dari Cipayung, misalnya dari HMI, PMII, GMKI atau yang lainnya,” ucapnya.

“Kita tidak boleh manja sebagai pemuda, kita harus bangga berdiri di atas kaki kita sendiri, inilah pemuda Baubau, inilah pemuda Sultra, inilah kita, inilah saya yang tidak mengandalkan orang yang berada dibelakang saya. Karakter khas kita pemuda Indonesia, yang gigih, yang terbiasa ulet bekerja membantu pemerintah membantu program-program pemerintah, inilah pemuda Indonesia Baubau atas nama KNPI dan ini karya kami,” jelasnya.

“Kita bersyukur punya Ketum Haris, benar-benar kita harus syukur bahwa itu tradisi betul. Dunia pemuda itu harus begitu, jadi mudah-mudahan akan menjadi harapan-harapan kita secara universal bahwa pemuda itu tampil benar-benar harapan bangsa,” pungkasnya.

Penulis : La Ode Muh. Abiddin