Kota Mariupol di Ukraina Jatuh ke Tangan Rusia

36
Orang-orang mengambil barang-barang dari sebuah bangunan tempat tinggal, yang hancur selama konflik Ukraina-Rusia di kota pelabuhan selatan Mariupol, Ukraina, 17 April 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko

JAKARTA, suryametro.id – Militer Ukraina tengah mengupayakan evakuasi semua pasukan yang tersisa dari benteng terakhir mereka di pelabuhan Mariupol. Bergesernya pasukan Ukraina berarti secara otomatis membuat Rusia mengambil alih kota yang terkepung itu.

“Garnisun ‘Mariupol’ telah memenuhi misi tempurnya.Komando tertinggi militer memerintahkan komandan unit yang ditempatkan di Azovstal untuk menyelamatkan nyawa personel. Pembela Mariupol adalah pahlawan di zaman kita,” demikian keterangan Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan evakuasi, Selasa, 17 Mei 2022.

Evakuasi kemungkinan menandai akhir dari pertempuran terpanjang dan paling berdarah dalam perang Ukraina. Penarikan pasukan ini juga dinilai sebagai kekalahan signifikan bagi Kyiv.

Sebelumnya, Ukraina memperkirakan ada puluhan ribu warga sipil tewas di Mariupol, kota yang berlokasi di wilayah Donetsk Oblast. Sejak agresi Rusia yang dimulai pada 24 Februari, kota itu jadi medan pertempuran.

PBB dan Palang Merah mengatakan jumlah korban sipil yang tewas masih belum diketahui, namun diperkirakan mencapai ribuan orang. Rusia membantah telah melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dan menyebut operasi militer dilakukan untuk menyelamatkan keturunan Rusia dari rezim Kyiv.

Rusia mengklaim sudah menguasai Mariupol, tapi saat itu masih ada warga Ukraina yang tersisa dan pasukan yang bertahan. PBB, sekitar dua pekan lalu telah membantu mengevakuasi sekitar 500 lebih warga Ukraina yang berlindung di pabrik Azovstal, Mariupol.

Wakil Menteri Pertahanan Anna Malyar mengatakan, 53 tentara yang terluka dari pabrik baja Azovstal dibawa ke sebuah rumah sakit di kota Novoazovsk yang dikuasai Rusia, sekitar 32 kilometer ke timur.

211 orang lainnya dibawa ke kota Olenivka, di daerah yang dikuasai oleh separatis yang didukung Rusia. Malyar menambahkan, semua pengungsi akan dikenakan pertukaran tahanan potensial dengan Rusia.

Tidak jelas berapa banyak pasukan yang tersisa di Azovstal. Militer Ukraina mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mengevakuasi mereka yang masih berada di dalam.

Reuters melihat lima bus yang membawa pasukan dari Azovstal tiba di Novoazovsk pada Senin malam, 16 Mei 2022. Beberapa tentara yang dievakuasi terluka dan dibawa keluar dari bus dengan tandu. Sekitar 600 tentara diyakini berada di dalam pabrik baja tersebut.

Sesampainya di Novoazovsk dengan bus bertanda Z, simbol invasi Rusia, para pria terlihat ditumpuk di atas tandu di tiga tingkat. Mereka menatap keluar jendela tanpa bereaksi. Seorang pria didorong keluar, kepalanya terbungkus perban tebal.

Presiden Volodymyr Zelensky dalam pidatonya mengatakan pihaknya hanya berharap dapat menyelamatkan nyawa warga Ukraina. “Ada yang terluka parah di antara mereka. Mereka menerima perawatan. Ukraina membutuhkan pahlawannya hidup-hidup,” katanya.

Sumber: Tempo.co