LHKPN Sekot Baubau Naik Rp. 2,7 Miliar, Bertambah Sembilan Bidang Tanah di 2020

197
Sekda Kota Baubau, Dr Roni Muhtar MPd.

JAKARTA, suryametro.id – Sekretaris Kota Baubau, Roni Muhtar rutin melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2017 sampai 2020. Namun, untuk rincian LHKPN milik Roni di tahun 2017 tidak tercatat.

Penelusuran suryametro.id di halaman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, di tahun 2017 Roni Muhtar melaporkan hartanya sebesar Rp. 2.544.018.627. Tahun 2018 Rp. 3.096.080.091. Tahun 2019 Rp. 4.147.559.148. Sedangkan di tahun 2020 meningkat menjadi Rp. 5.334.948.981. Sehingga jika di totalkan sejak 2017-2020 harta Roni Muhtar mengalami peningkatan Rp. 2.790.930.354.

Rinciannya, di tahun 2018 Roni memiliki harta tujuh bidang tanah dan bangunan hasil sendiri bernilai Rp. 1.875.000.000 yang tersebar di beberapa daerah. Satu bidang tanah dan bangunan di Kota Kendari, satu bidang tanah di Kabupaten Konawe Selatan dan lima bidang tanah dan bangunan di Kota Baubau.

Menariknya, dalam laporan LHKPN tahun 2020, tanah dan bangunan milik Roni mengalami penambahan signifikan. Dari awalnya tujuh bidang tanah dan bangunan menjadi 16 bidang tanah dan bangunan dengan nilai Rp. 3.228.450.000. Tambahan sembilan bidang tanah tersebut semuanya terletak di Kota Baubau.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau juga memiliki harta alat transportasi dan mesin yang bernilai Rp. 340.950.000 yang terdiri dari satu motor Honda tahun 2002, satu motor Yamaha tahun 2013, satu motor Honda tahun 2017, satu motor Yamaha tahun 2015 dan satu mobil Honda HRV tahun 2017.

Untuk poin ini, di tahun 2020 mengalami penyusutan Rp. 46.950.000 menjadi Rp. 294.000.000. Hal ini dikarenakan, motor Honda tahun 2002 dan motor Yamaha tahun 2013 sudah tidak tercatat dalam LHKPN tahun 2020 miliknya. Selain itu ada penyusutan Rp. 2.000.000 untuk kendaraan motor Honta tahun 2017 dan penyusutan Rp. 32.450.000 untuk mobil Honda HRV.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Baubau itu juga memiliki harta bergerak lainnya. Di tahun 2018, ia memiliki Rp. 135.000.000 dan meningkat menjadi Rp. 195.000.000 di tahun 2020. Begitu juga dengan Kas dan Setara Kas yang mengalami peningkatan pesat. Di tahun 2018 sebesar Rp. 847.365.843 dan meningkat Rp. 1.698.330.981 di tahun 2020.

Ia juga memiliki harta lainnya di tahun 2018 sebesar Rp. 33.180.894. Untuk harta lainnya, mengalami penyusutan 100 persen di tahun 2020. Sehingga di tahun 2020 harta lainnya menjadi Rp. 0. Meski demikian, Roni juga memiliki hutan sebesar Rp. 135.416.646 di tahun 2018. Hutang tersebut mengalami pengurangan di tahun 2020 menjadi 80.832.000.

Penulis: Hariman