Lintasi 31 Desa di Konsel saat Angkut Ore Nikel, PT Asmindo Lakukan Sosialisasi

40
Sosialisasi PT Asmindo di Kecamatan Andoolo. (Foto: Udin)

ANDOOLO, suryametro.id – PT Asera Mineral Indonesia (Asmindo) yang beroperasi di Desa Sonai Kabupaten Konawe, rencananya bakal gunakan jalan umum 31 Desa di lima Kecamatan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sebagai lintasan kendaraan truck dumping pengangkut ore nikel.

Sebanyak 31 Desa di lima Kecamatan di Konsel atau sepanjang kurang leih 84 Kilo meter, yang bakal dilalui melintasi Kecamatan Angata, Benua, Andoolo Barat, Andoolo dan Palangga seterusnya di Terminal Khusus (Tersus) di Kecamatan Palangga Selatan.

Namun, sebelum pengangkutan ore nikel dengan menggunakan jalan umum tersebut, pihak PT Asmindo, telah bersurat kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kendari, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten terkait izin,

Direktur Utama PT Asmindo Muhammad Amir Sahid, saat dikonfirmasi Kamis (15/4/2021) mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi di seluruh Desa dan Kecamatan, yang akan dilintasi kendaraan truck damping bermuatan ore nikel tersebut.

“Saat ini sudah sementara melakukan sosialisasi disemua Kecamatan dan Desa, serta Kelurahan di Konsel yang akan dilintasi. Dari 31 Desa, sudah hampir secara keseluruhan, tinggal Kecamatan Palangga dan Desa-Desanya yang akan dilalui kendaraan yang belum kita sosialisasi.,” jelasnya.

Lanjutnya, permohonan izin di BPJN Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), sudah ada lampu hijau dan pihak BPJN telah memberikan kepada perusahaan sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Mulai dari kendaraan yang akan digunakan mengangkut nikel ke Tersus, jaminan perbaikan jalan, hingga jembatan timbang dan pembersih kendaraan sudah sementara disiapkan.

“Khusus kepada pemerintah Kecamatan dan Desa, serta masyarakat. Kami juga telah menyampaikan maksud dan tujuan, terkait penggunaan jalan yang akan dilalui perusahaan. Kerusakan jalan, jalan sempit akan dibenahi atau diperbaiki dan diperluas, bahkan ada yang harus dibronjong. Selain itu ada jalan baru yang akan kami buka, yakni dari Desa Aopa hingga di Desa Mataiwoi, dengan panjang kurang lebih 5 Km,” terangnya.

Selain itu, kewajiban perusahaan melakukan perbaikan jalan yang rusak, baik sebelum dan saat penggunaan jalan, pihak perusahaan juga akan memberdayakan tenaga kerja lokal. Khususnya bagi mereka yang memiliki kendaraan roda enam atau truck dumping, akan disewa oleh perusahaan, termasuk akan ada konpensasi kepada pemerintah Kecamatan dan Desa. Serta warga setempat.

“Kami juga mengajak masyarakat Konsel, terkhusus di lima Kecamatan tersebut yang memiliki kendaraan truck dumping bisa mendaftar, untuk melakukan pengangkutan nikel perusahaan ke Tersus di Palangga Selatan. Apalagi pengangkutan nikel tersebut berlangsung pada malam hari, mulai Pukul 18.00 -06.00 Wita. Jadi InsyaAllah tidak akan menggangu mobilisisasi kendaraan lainnya,” akunya.

Sebelumnya Manajemen perusahaan tambang PT Asmindo, telah melakukan sosialisasi di Kecamatan Andoolo. Pemerintah setempat, mulai dari Camat hingga Desa dan Kelurahan, yang akan dilalui kendaraan pengangkut ore nikel. Dan tidak mempersoalkan sepanjang sudah ada izin dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

Sementar itu, Camat Andoolo Makmur Silondae mengungkapkan, sebagai warga tentunya meminta kepada perusahaan agar dalam mengangkut ore di kendaraan terbuka kiranya ditutup terpal, kendaraan yang tidak bising dan driver tidak ugal-ugalan.

“Saya kira kalau perusahaan mengangkut ore pada malam hari, dan ada kesepakatan untuk memperbaiki jalan yang rusak dan telah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, tidak menjadi kendala lagi,” kata Makmur

Reporter: Udin