Mahasiswa KKN UHO di Konsel Persoalkan Minimnya Jaringan Internet Desa Sumber Sari

88
Koordinator KKN Reguler UHO, Ahmad Zulkarnain - Foto: Rahman/suryametro.id

ANDOOLO, suryametro.id – Desa Sumber Sari, Kecamatan Maramo, Kabuten Konawe Selatan (Konsel), memiliki jumlah masyarakat kurang lebih 800 jiwa dari 223 Kepala Keluarga, yang terhimpun dari beberapa etnis maupun agama hingga selalu hidup rukun berdampingan, aman dan damai.

Di Desa Sumber Sari, juga terdapat objek wisata alam air terjun moramo, yang mana terdapat beberapa tingkatan dan airnya bgtu jernih. Sehingga, selalu menjadi salah satu kawasan wisata faforit di Kabupaten Konsel

Akan tetapi sangat disayangkan, desa yang memiliki potensi alam yang  begitu melimpah di beberapa aspek baik sosial, ekonomi, pariwisata, pertanian, namun masih minim jaringan internet sehingga akses informasi sukar untuk di peroleh

“Di desa ini sangatlah sulit untuk mengakses jaringan internet,” Ahmad Zulkarnain, Koordinator KKN Reguler Universitas Halu Oleo (UHO) saat dikonfirmasi media ini.

Dengan adanya hal tersebut, Mahasiswa KKN di Desa Sumber Sari itu pihak terkait, untuk segera mengatasi hal ini mengingat jaringan internet sangatlah penting di masa pandemi covid-19.

Dimana, proses tatap muka masyarakat di tiadakan, begitupula dengan pembelajaran dialihkn ke media daring. Sehingga, memang memerlukan jaringan yang mestinya memadai, apalagi anak sekolah desa Sumber Sari masih minim pembelajaran daring.

“Seharusnya pemerintah lebih peka dengan persoalan ini, apa lagi di kondisi pademi seperti sekarang siswa-siswa di paksa melaksanakan pembelajaran secara daring” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Sari Susanto, juga mengeluhkan kendala minimnya jaringannya internet ini dan berharap agar hal ini bisa segera di tangani mengingat kendala jaringan internet ini, memang benar-benar di rasakan oleh masyarakat yang sejak dahulu berdirinya Desa Sumber Sari terkendala jaringan internet.

“Saya selaku Kepala Desa sangat berharap kepekaam dari pemerintah untuk membantu permasalahan di desa kami khususnya jaringan internet,” ungkapnya.

Reporter: Rahman