WANGI-WANGI, suryametro.id – Fakultas Teknik Mesin, Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Kota Baubau menggelar penyuluhan dan demo teknologi tepat guna (TTG) di Desa Kahianga, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mahasiswa Unidayan mendemonstrasikan sejumlah hasil karya diantaranya, alat pengupas sabut kelapa semi otomatis dan manual, pengupas biji kopi, press santan kelapa dan kompor roket berbahan bakar kayu dalam kegiatan penyuluhannya di balai Desa Kahianga, Minggu (20/02/2022).
Kegiatan kemahasiswaan yang aplikatif ke masyarakat tersebut, dilaksanakan sejak 19-24 Februari 2022. Kegiatan itu juga, melibatkan 55 mahasiswa dan lima orang dosen pendamping.
Kepala Desa Kahianga, Ferdiang Agung sangat mengapresiasi kehadiran dosen dan mahasiswa Unidayan Baubau telah berjuang dan hadir ditengah-tengah masyarakat Kahianga dalam mensosialisasikan dan mendemonstrasikan hasil karya TTG selama dibangku perkuliahan.
“Alhamdulillah, kedatangan orang-orang hebat dari kampus Unidayan telah memberikan pemahaman yang banyak kepada masyarakat tentang pentingnya Teknologi Tepat Guna yang khususnya, untuk pelaku usaha kecil atau home industry,” ucap Ferdiang.
Apalagi Desa Kahianga memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup berpengaruh dikehidupan masyarakat setempat seperti, bambu, kopi dan rempah-rempah lainnya masih diolah secara manual.
“Hubungan ini harus dibangun dengan baik, agar TTG dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kahianga. Kami juga meminta kepada mereka agar dibuatkan mesin pengolah bambu untuk memudahkan para pengrajin bambu dalam membangun usahanya,” ujar Ferdiang Agung dalam sambutannya di balai Desa Kahianga.
Ketua Panitia Kegiatan, Rahmat mengungkapkan, dalam kegiatan penyuluhan ini, melibatkan sejumlah sekolah yang ada di Tomia, terdiri dari SMAN 1 Tomia , SMAN 2 Tomia, SMPN 4 Tomia, Sikola Kampo (Sekolah Kampung) dan SDN 2 Kahianga.
“Selain itu, kami juga menggelar Baksos membersihkan sampah plastik di situs budaya Benteng Suo-Suo dan juga baksos di salah satu lokasi wisata bersejarah di Rawa Selo, Desa Kahianga,” paparnya.
Pantauan suryametro.id, masyarakat Kahianga sangat antusias terhadap kegiatan Mahasiswa Teknik Mesin yang telah memberikan pemahaman pada demonstrasi alat tepat guna dengan harapan besar masyarakat akan terus berlanjut berkegiatan seperti ini. Apalagi Desa Kahianga merupakan Desa Wisata yang memiliki SDM yang cukup untuk memudahkan pekerjaan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.
Kegiatan kemahasiswaan tersebut bermitra bersama Pemerintah Desa Kahianga, Komunitas Kahianga Membali, Sikola Kampo, Kedubes Himpunan Mahasiswa Mesin dan Ikatan Alumni Teknik Mesin.
Sebelumnya, Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Mesin, La Ode Asman Muriman mengatakan, terselenggaranya kegiatan penyuluhan ini, tidak luput dari segala bimbingan dari para dosen Unidayan yang terus memberikan motivasi dan pengetahuan kepada Mahasiswa untuk terus berbuat, dan terlebihnya memberikan perubahan kepada siapapun.
“Selama pandemi ini, kebijakan yang dilakukan harus siap dengan perubahan setiap saat. Dinamika dibutuhkan untuk bisa fleksibel dan kreatif dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.
“Sebelumnya kami juga pernah menjadi peserta kegiatan TTG di Sulteng, Bali dan Bengkulu tapi karna covid, hingga berpusat di Kendari dan dibuka oleh Gubernur Sultra secara virtual. Untuk itu, Alat kami juga terpilih untuk mewakili Sultra diajang TTG tingkat Nasional pada bulan September 2022 di Bandung. Kami sangat berharap dukungan penuh dari berbagai sektor khususnya suport penuh dari kampus Unidayan,” kata Kepala Laboratorium Teknik Mesin, Muhammad Iqbal Achmat menambahkan.
Reporter: Samidin
Editor: Adhil