Masyarakat Patipelong Wakatobi Menolak Lurahnya Diganti

264
Petisi Dukungan Tanda Tangan Tokoh Masyarakat - Foto: Samidin/suryametro.id

WANGI-WANGI, Suryametro.id – Masyarakat Kelurahan Patipelong, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak menginginkan jika Lurahnya diganti. Dari hal itu, masyarakat melakukan pernyataan sikap melalui petisi dari 480 sekian orang yang bertanda tangan agar Bupati Wakatobi mengambil langkah tepat sesuai keinginan masyarakat.

Ketika ditemui di kediamannya, salah satu warga Patipelong La Maman mengatakan, ini murni gerakan masyarakat. Kami semua meminta kepada bapak Bupati Wakatobi, H Haliana agar tidak menggati Lurah yang saat ini.

“Bulan Januari 2022 ini, kami dengar akan diganti itu pak Lurah. Dari itulah, beberapa orang tua meminta agar dibuat suatu tindakan supaya Lurah ini tidak diganti. Tapi hal itu diketahui oleh pak Lurah dan pada ahirnya kami dilarang oleh pak Lurah untuk tidak melakukan hal-hal apapun. Tapi semua masyarakat Patipelong sangat menyukai kedudukan pak Lurah ini dan harus diperjuangkan untuk tidak diganti,” ucap Maman Asfiadin, yang juga sebagai Ketua Karang Taruna Patipelong (Mahapati). Jumat 14 Januari 2022.

Masyarakat Patipelong, sambungnya, menyatakan sikap dalam petisi tanda tangan yang mendukung sepenuhnya terhadap Syahrul Razak, untuk tetap dipertahankan sebagai Lurah Patipelong. Petisi dukungan tanda tangan masyarakat Patipelong dilakukan dalam tiga hari berturut-turut dan sudah kami kirimkan kepada Bupati Wakatobi.

Di tempat berbeda, Wa Mariani sebagai masyarakat Patipelong sangat menyayangkan jika Lurah akan diganti.

“Saya sebagai masyarakat biasa ini, tidak menginginkan hal itu terjadi. Masa Lurah yang begitu baiknya, bijaknya, pintar merangkul masyarakatnya malah mau diganti.! Salah satu contoh, ketika masyarakat mengurus sesuatu di kelurahan, tidak pernah dipersulit. Malahan pak Lurah sendiri yang kerjakan cepat, tanpa kami disuruh lagi putar kiri kanan. Dan tidak pernah meminta aneh-aneh. Ini adalah Lurah yang sangat kami pertahankan. Tolong, jangan diganti. Tegasnya ketika ditemui dikediamannya.

Sama halnya yang diungkapkan salah satu nelayan Patipelong, La Puti. Dalam sistim demokrasi itu adalah hak untuk pertahankan yang baik, tapi kenapa yang baik seperti ini akan diganti. Masyarakat tidak setuju kalau Lurah ini diganti.

“Tindakan pak Lurah dari kerja-kerja sosial, pembangunan, penyelesaian masalah, menjabat di pemerintahan dengan baik, penyantun, anak-anak sekolah dibantu, bahkan mau kita ceritakan semua kebijakan beliau sangat banyak. Alasan apalagi untuk diganti.? Kami masyarakat nyaman dipimpin oleh pak Lurah itu,” ujar Puti ketika ditemui di kediamannya.

Saat ini pihaknya dengar, petisi itu sudah dilihat oleh Bupati Wakatobi tapi belum direspon. Semoga beliau memahami hal ini, bahwa alasan kami masyarakat Patipelong sudah jelas untuk dipertahankan kedudukan pak Lurah, bebernya.

Selaku pemangku adat di Kelurahan Patipelong, La Mahawani mengatakan, di dalam bermasyarakat ini harus sepaham, sependapat untuk tercipta kesejahteraan maupun kenyamanan. Apa yang diinginkan masyarakat, itu adalah hal yang utama dalam mempertahankan kebaikan di dalamnya.

“Kenyamanan masyarakat itu ditentukan pemimpin yang baik. Maka segala sesuatu akan berjalan dengan baik. Insya Allah kesejahteraan itu kita nikamati semua,” pungkasnya.

Reporter: Samidin