Melalui Kementerian PUPR, Pemanfaatan Aspal Buton Terus Digenjot

89 views
Di Buton, Kadar Aspal Melimpah, Namun Tidak Terproduksi. Ist

JAKARTA, suryametro.id – Pemerintah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) berkunjung ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk berkoordinasi terkait pemanfaatan aspal Buton.

Penjabat Bupati Buton Basiran mengatakan, pihaknya bergerak cepat dalam memanfaatkan peluang untuk pengembangan dan pemanfaatan aspal Buton.

“Pada dasarnya, koordinasi kami dengan Menteri PUPR terkait kesiapan penyediaan aspal, dalam hal ini kesiapan pabrik dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri,” kata Basiran dikutip dari Antarasultra.com.

Dalam kunjugannya itu, Basiran turut serta didampingi Kepala Dinas PU Kabupaten Buton, Direktur Utama PT Wika Bitumen, Direktur Utama Kartika Prima Abdi, dan Ketua ASPABI.

Basiran mengakui, Kementerian PUPR yang akan melaksanakan arahan untuk penggunaan aspal sehingga terdapat kecocokan antara pasokan dan permintaan.

“Hari kedua dilanjutkan dengan bisnis matching antara produsen aspal termasuk dengan Kementerian PUPR. Yang jadi topik pembicaraan, terkait dengan jenis produksi aspal yang meliputi aspal murni dan campuran,” ujar dia.

Kepala BPKAD Sultra ini menguraikan, hasil rumusan ini akan menghasilkan kesimpulan bahwa kebutuhan aspal dalam negeri dan kesiapan pabrik yang ada di Buton maupun pabrik yang ada di masing-masing provinsi, termasuk pembahasan besaran biaya yang digunakan untuk mengurangi impor aspal.

Basiran juga menuturkan, setelah pertemuan dengan Kementerian PUPR, akan dilanjtkan dengan melakukan koordinasi ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

“Di Kemenko Marves kami melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Marves. Pihak Kemenko Marves siap membantu percepatan optimalisasi penggunaan aspal buton,” kata Pj. Bupati Buton.

Sebelumnya, pada 27 September lalu, Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Buton untuk melihat ketersediaan aspal di Buton yang melimpah dengan stok 662 juta ton. (Adm)