Menhub Usulkan Vaksin Gratis untuk Pelaku Perjalan Darat Arus Balik Mudik

13
Sejumlah pemudik motor melawan arah untuk menghindari posko penyekatan mudik di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp. Ilustrasi pemudik (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

JAKARTA, suryametro.id – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi memprediksi, sebanyak 3,6 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan balik mudik pada Minggu (16/5/2021) atau H+2 Lebaran. Mengantisipasi penularan pasca mudik, pihaknya mengusulkan vaksinasi untuk pelaku mudik balik jalur darat.

“Pantauan yang kami lihat dari survei kami bahwa mudik ini masih bisa terjadi lagi tinggi mungkin besok dan lusa. Oleh karenanya, kami mengimbau untuk tetap apabila saudara-saudara kita tidak melakukan mudik, karena itu akan lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

Dilansir dari detikcom, ia menyarankan masyarakat untuk mengundur rencana kepulangan agar tidak timbul kepadatan dan kerumunan di satu titik. Selain itu, ia menegaskan pentingnya tracing secara intensif, terutama pada wilayah padat tujuan mudik.

“Kami mengusulkan dilakukan tracing intensif di beberapa tempat yang konsentrasinya besar. Katakanlah Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Cirebon, bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni dilakukan tracing intensif,” imbuhnya.

Untuk meminimalkan risiko penularan COVID-19 akibat perjalanan mudik, ia pula mengusulkan pemberian vaksin untuk pelaku perjalanan arus balik mudik jalur darat.

“Kami mengusulkan Pak Menko (Menteri Perekonomian) dan Menkes (Menteri Kesehatan) memberikan vaksin gratis untuk mereka yang melakukan perjalanan darat,” ujarnya.

“Sedangkan perjalanan udara, kita akan usulkan dengan tracing dengan waktu yang lebih pendek. Tapi besok baru kita akan lakukan pembahasan,” lanjutnya.

(adm/lma)