Modal Rp2 Juta dan Restu Orang Terkasih, Sofyan Kaepa Jadi Bupati Banggai Laut

1436
Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa

Raih Suara Terbanyak, Kalahkan Ketua DPRD Hingga Bupati

Pasangan Sofyan Kaepa, SH dan Ablit H. Ilyas, SH berhasil meraih suara terbanyak dalam Pilkada Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2020 untuk Periode 2021-2026. Padahal, tiga pasang calon lainnya diatas kertas lebih berpeluang untuk memenangkan pertarungan. Pilkada 2020 menjadi ajang pembuktian Sofyan Kaepa untuk menjadi orang nomor satu di Kabupaten Banggai Laut.

Laporan : Ilor Syamsuddin dan Hariman

Pilkada 2020 merupakan pertarungan kedua Sofyan Kaepa di Kabupaten Banggai Laut. Sebelumnya, pada Pilkada 2015 lalu, Sofyan Kaepa yang berpasangan dengan Trin Lulumba sempat bertarung melawan tiga kandidat lainnya. Namun, hanya finish di posisi kedua dengan perolehan suara 9.294 suara. Selisih 676 suara dengan Wenny Bukamo-Tuty Hamid yang memperoleh suara terbanyak 9.970.

Pasca kalah dalam pertarungan di Pilkada 2015, Sofyan Kaepa memilih kembali ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mematangkan strategi politiknya. Kalah dengan selisih tipis, memungkinkan kembali dirinya untuk bertarung berikutnya. Meski meninggalkan Banggai Laut untuk sementara, komunikasi yang intens terus dibangun untuk pertarungan berikutnya di Pilkada 2020.

Setelah beberapa tahun berlalu dan semuanya telah dipersiapkan dengan matang. Terakhir yang dibutuhkan olehnya adalah restu dari keluarga. Restu dari sang istri, Wa Ode Safia dan ketiga anaknya, Dilla Sofia Kaepa, Fauzan Safian Kaepa dan Fadlan Sofyan Kaepa.

Setelah mendapatkan restu dari orang-orang terkasih. Kendala berikutnya modal pilkada. Bukan rahasia umum, modal untuk maju dalam pilkada tidak sedikit. Sementara uang yang dipegang saat itu hanya Rp2 juta. Tapi, dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, Sofyan memberanikan diri berangkat ke Banggai Laut.

“Setelah mendapat restu, saya sampaikan ke Mamanya Dilla (istri Sofyan) yang sementara di Baubau untuk segera ke Banggai. Mamanya Dilla bilang bagaimana kamu mau jadi bupati kalau uang cuma Rp2 juta? Saya cuma jawab kalau kalian ke Banggai Insyaallah saya jadi Bupati. Tapi kalau kalian tidak datang, saya pasti kalah,” kata Sofyan membuka proses wawancara dengan awak suryametro.id di Banggai Laut beberapa waktu lalu.

Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa berpose bersama istri dan ketiga anaknya. (Foto: Dok for suryametro.id)

Uang Rp2 juta tersebut kemudian dibagi. Rp1,5 juta dikirim ke sang istri untuk biaya transportasi menggunakan kapal laut dari Kota Baubau menuju ke Banggai Laut. Sedangkan sisanya Rp500 ribu menjadi pegangan Sofyan yang sudah lebih dulu berada di Banggai. Itulah mengapa pasangan ini menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati termiskin dibanding para kandidat lain.

Komunikasi dengan partai-partai politik lalu dibangun. Tim-tim mulai dibentuk dengan rapih. Sosialisasi mulai dilakukan. Visi-Misi yang sudah disusun kemudian dipresentasikan ke partai-partai politik. Alhasil, dua partai politik memilih untuk bergabung. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Hanura yang masing-masing memiliki dua kursi di DPR.

“Syarat untuk mengajukan pasangan calon minimal 4 kursi. Dan Alhamdulillah, dua partai PKS dan Hanura berhasil kami kantongi SK nya. Itulah yang kami bawa ke KPU untuk mendaftar,” ujarnya.

Bupati dan Wakil Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa-Ablit saat pelantikan di Palu, Jum’at (26/02/2021). (Foto: Dok for suryametro.id)

Hingga sampai pasangan dengan jargon BASOKA ini terpilih dan menjalani proses pelantikan pada 26 Februari 2021 di Ibu Kota Sulawesi Tengah, Palu oleh Gubernur Longki Djanggola, doa dari anak dan istri tak pernah putus. Tentunya berharap yang terbaik buat sang suami dalam menjalankan amanah dari masyarakat Banggai Laut.

Dengan pencapaian tersebut, sebagai manusia biasa rasa haru, bangga dan sedih bercampur aduk. Bangga dan haru dengan apa yang sudah dicapai, sedih jika mengingat kembali perjuangan-perjuangan yang dilakukan bersama tim, simpatisan dan masyarakat.

“Yang paling berjasa dalam perjuangan hidup saya, surga itu ada di rumah (istri dan anak-anak). Sehingga apapun yang saya dapat hari ini adalah bagian dari perjuangan istri dan anak-anak saya dan seluruh keluarga, tim dan masyarakat yang telah memberikan saya kesempatan menjadi Bupati Banggai Laut,” ujar mantan Direktur Utama PDAM Kabupaten Buton ini.

Ia menyadari untuk membalas apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang terlibat dalam perjuangan tidaklah dapat diukur dengan materi. Waktu, air mata, keringat bahkan sampai meninggalkan keluarga untuk bersama-sama sosialisasi dan kampanye di pulau-pulau hingga daerah-daerah terpencil. Reaksi masyarakat yang menyambut pasangan Sofyan-Ablit begitu antusias, semangat terus bergejolak.

Tampak terlihat dari wajah-wajah masyarakat yang disambangi menginginkan perubahan bersama pemimpin baru. Hasil kerja keras semua terjawab di tanggal 9 Desember 2020. Pasangan nomor urut 4, Sofyan Kaepa-Ablit mengantongi suara terbanyak dengan perolehan 14.407 suara atau 34,71 persen.

Bupati dan Wakil Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa-Ablit saat pelantikan di Palu, Jum’at (26/02/2021). (Foto: Dok for suryametro.id)

Sedangkan posisi kedua pasangan nomor urut 1, Wenny Bukamo-Ridaya Laode Ngkowe 10.765 suara. Selisih 3.342 suara. Selanjutnya disusul pasangan nomor urut 3, Tuty Hamid-Richard Manuas dengan perolehan 10.732 suara dan terakhir pasangan nomor urut 2, Rusli Banun-Basri memperoleh 5.035 suara.

Padahal, dari semua pasangan calon memiliki kesiapan lebih matang dibandingkan dengan pasangan Sofyan-Ablit. Seperti pasangan nomor urut 1, Wenny Bukamo yang tak lain adalah Bupati incumbent. Nomor urut 2 pengusaha, nomor urut 3 Tuty Hamid yang merupakan wakil bupati yang berpasangan dengan Ketua DPRD Banggai Laut dan anggota DPRD tiga periode (Banggai Kepulauan dan Banggai Laut).

Sementara Sofyan Kaepa sendiri merupakan putra daerah yang berdomisili di Kota Baubau. Tentu kedekatan personal Sofyan terhadap nuansa politik Banggai Laut jauh berbeda dibanding dengan kandidat lain. Tetapi menurutnya, apapun yang dilakukan, yang dibutuhkan masyarakat Banggai Laut adalah komunikasi yang baik yang tak berjarak dengan pimpinan.

“Saya mulai berpolitik di Sultra. Saya sudah keliling Sultra. Beberapa pilkada baik ditingkat bupati, walikota hingga gubernur saya selalu terlibat dan berada di garda terdepan. Banyak bupati dan walikota di Sultra, bahkan gubernur Sultra lahir dari kerja dan buah pemikiran saya sebagai kader terbaik PAN di sana,” tutup pria yang kembali diberi amanah memegang jabatan Ketua DPD PAN Buton Selatan ini. (***)