Pandemi Corona, Bisnis Kuliner Untung atau Rugi?

23
Penjual makanan cepat saji di areal stadion Betoambari, Kota Baubau. Foto: Putra/suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Hampir setahun sudah Wabah Coronavirus Dessert 2019 (Covid-19) melanda seluruh negara, khususnya Indonesia. Akibatnya, banyak sektor perdagangan dan bisnis ikut terdampak. Bahkan tidak bisa dipungkiri, bisnis telekomunikasi dan farmasilah yang mendapatkan untung dalam wabah mematikan tersebut.

Terus, bagaimana dengan bisnis kuliner.?, di Kota Baubau Apakah ikut terdampak?. Terlebih, hingga saat ini masih terdapat imbauan pembatasan kegiatan yang melarang masyarakat untuk kumpul-kumpul, bahkan di beberapa daerah lain. Hingga di anjurkan untuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Salah satu pemilik warung makan siap saji di Puja Serata, Hendra (55) kepada suryametro.id menyampaikan, sejak masuknya virus Corona di Indonesia khususnya di Kota Baubau, dirinya terpaksa menutup jualannya akibat kerugian yang dialaminya. Dia juga mengaku terpaksa mengistrahatkan dua pekerjanya akibat tidak dapat memberikan gaji sejak pandemi.

“Turun 50%, pemasukan tidak sesuai modal pengeluaran, biasanya sehari bisa Rp750 ribu, sejak pandemi pendapatan berkisaran Rp250 ribu. Sedangkan modal dalam sehari itu berkisar Rp400 ribu,” keluhnya.

Ditempat yang sama, hal senada juga disampaikan oleh Umy (50), sejak pandemi dirinya mengaku tidak membuka lapak miliknya. Untuk mencari makan sehari-hari, dirinya terpaksa kerja serabutan agar dapat menambh pemasukan.

“Baru sekarang-sekarang ini mulai ada mhi sedikit pemasukan, meskipun belum stabil seperti dulu,” katanya singkat.

Pantauan suryametro.id, dimasa pandemi, seperti saat ini, bisnis jasa pengantaran onlinelah bisa mendapatkan imbas keuntungan. Hal ini dikarenakan, imbauan agar di rumah saja sehingga membuat sebahagiaan masyarakat malas untuk keluar rumah. Untuk makan sehari-hari, terkadang masyarakat menggunakan jasa kurir secara online.

Reporter: Putra
Editor: Adhil