Panitia Lelang Proyek Jalan Lingkar Baubau Resmi Dilapor ke APH

229
(Dok suryametro.id)

BAUBAU, suryametro.id – Riak yang terjadi dalam proses lelang empat mega proyek pembangunan dan peningkatan jalan lingkar di Kota Baubau masih terus terjadi. Ada indikasi “main mata” dalam proses tersebut. Atas dugaan tersebut, salah satu peserta tender, PT. Rajasa Tomax Globalindo (RTG), akhirnya melaporkan dugaan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proses tender itu kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Aduan itu dimasukkan PT. RTG ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan surat aduan nomor 11/RTG-ADUAN/1X/2021, serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, nomor aduan 12/RTG-ADUAN/IX/2021.

Sedikitnya ada 11 item aduan yang ditandatangani Direktur Utama PT. RTG, H. Muhammad Nawir Fachdan, SE tertanggal 6 November 2021. Dimana inti dari laporan itu menegaskan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) III Setda Kota Baubau tahun 2021, tidak bekerja sesuai dan menjalankan prosedur lelang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Bahkan dalam poin 11 aduan itu, PT. RTG menduga adanya persekongkolan antara Pokja III Setda Kota Baubau 2021 dan Konsultan Perencana dalam hal pembuatan penawaran yang nantinya dapat dibuktikan adanya kesamaan Nilai Penawaran harga satuan PT. GARUNGGA CIPTA PRATAMA (Pemenang) dengan HPS.

Dengan demikian, PT. RTG meminta kepada Polda Sultra maupun Kejati Sultra, untuk memanggil atau dilakukan penyidikan terhadap Pokja III Setda Kota Baubau 2021 dan menyita Server untuk dilakukan Evaluasi sehingga tidak menimbulkan kerugian negara.

Aduan tertulis itu ditembuskan kepada pihak-pihak yang berkompeten, diantaranya Pokja III Setda Kota Baubau, PA/KPA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Baubau, PPK, APIP/Inspektorat Daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ombudsman RI perwakilan Sultra, hingga Pengadilan Negeri Baubau dan arsip.

Terkait laporan itu, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat atau Penmas, Kompol Dolfi Kumaseh yang dikonfirmasi via WhatsApp, belum dapat memberikan keterangan lebih banyak.

“Maaf saya lagi diluar daerah. Saya lagi cuti,” tulis Dolfi melalui pesan WhatsApp Senin, 8 November 2021.

(Dok suryametro.id)

Diketahui, Pemerintah Kota Baubau melalui Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), baru saja mengumumkan pemenang tender 4 mega proyek jalan lingkar Kota Baubau, Kamis (04/11/2021) malam. Gunakan metode pengadaan harga terendah dengan Sistem gugur, namun semua pemenang adalah perusahaan dengan penawaran tertinggi.

Dalam website LPSE Kota Baubau, untuk proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV, dimenangkan oleh PT. GARUNGGA CIPTA PRATAMA dengan nilai penawaran Rp. 40.914.746.253,20. Kemudian proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Sorawolio – Bukit Asri, dimenangkan oleh PT. MERAH PUTIH ALAM LESTARI dengan nilai penawaran Rp. 38.485.366.786,34.

Kemudian pada paket Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Bukit Asri – Batu Popi, dimenangkan oleh PT. Meutia Segar, nilai penawaran Rp. 39.660.263.441,35. Sedangkan paket Pembangunan Jalan Lingkar Ruas 2 Waborobo – Batu Popi, dimenangkan PT. MAHARDIKA PERMATA MANDIRI, dengan harga penawaran Rp. 40.582.485.743,71. Hebatnya, pemenang tender pada 4 proyek itu, semuanya penawar tertinggi.

Berdasarkan data yang diperoleh, Untuk pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV, sebanyak 46 perusahaan ikut mendaftar. Dari jumlah itu, hanya 4 perusahaan yang memasukkan penawaran. Di urutan pertama, PT Meutia Segar dengan nilai penawaran Rp. 35.118.139.892,38. Urutan dua PT. Rajasa Tomax Globalindo, nilai penawaran Rp 35.121.463.600,70. Urut tiga, PT Putra Nanggroe Aceh dengan nilai penawaran Rp. 39.908.888.000,00. Urutan empat, PT Garugga Cipta Pratama, nilai penawaran Rp 40.914.746.253,20.

Untuk proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Bukit Asri – Batu Popi, ada 42 pendaftar. Yang memasukkan penawaran hanya tiga perusahaan, dimana PT. Cikools Ara Prima menjadi penawar terendah, yakni Rp. 33.409.039.670,97. Menyusul PT. Putra Nanggroe Aceh, nilai penawaran Rp. 33.816.805.000,00 lalu PT. Meutia Segar dengan nilai penawaran Rp. 39.660.263.441,35.

Pada paket pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Sorawolio – Bukit Asri, tercatat 42 peminat. Namun, yang memasukkan penawaran hanya 5 perusahaan. Masing-masing PT. Putra Nanggroe Aceh dengan nilai penawaran terendah Rp 32.816.000.000,00. Lalu PT. Dian Perdana Karsa dengan nilai penawaran Rp. 33.930.528.051,01, PT Fatdeco Tama Waja Rp. 34.430.655.848,17, PT Adta Surya Prima Rp. 35.915.747.103,71 dan PT Merah Putih Alam Lestari Rp. 38.485.366.786,34.

Sementara pada paket proyek Pembangunan Jalan Lingkar Ruas 2 Waborobo – Batu Popi, terdapat 41 peminat. Yang memasukkan penawaran hanya dua perusahaan, masing-masing PT. Putra Nanggroe Aceh Rp. 34.930.999.000,00 dan PT Mahardika Permata mandiri Rp. 40.582.485.743,71.

Kecurigaan telah adanya dugaan KKN terlihat ketika sehari sebelumnya muncul pemberitaan terkait prediksi perusahaan pemenang tender. Tidak ada yang meleset dari prediksi tersebut. Hal itu lalu menimbulkan asumsi, prediksi atau bocor jawaban?

“Artinya, kalau ini benar berarti indikasi itu betul. Bisa jadi itu bukan prediksi, tapi bocor jawaban, karena siapa yang menjadi pemenang sudah diketahui duluan,” tegasnya Armin Mera, Ketua Fraksi FPIK MPM UHO, Sabtu 6 November 2021.

Penulis : Hariman