Pemda Wakatobi Baru Akan Selesaikan Perkara Tapal Batas Dua Desa di Binongko

147
Sekretaris Daerah Wakatobi, La Jumadin. (Foto: Samidin/suryametro.id)

WANGI-WANGI, suryametro.id – Perkara tapal batas yang hampir menelan korban jiwa di Desa Haka dan Desa Waloindi kini baru mendapatkan tanggapan serius oleh pihak pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi.

Bersama pihak Kepolisian dan TNI, Pemerintah Kabupaten Wakatobi akan menggelar rapat bersama semua tokoh di Togo Binongko untuk menyelesaikan persoalan yang sudah berlarut-larut ini.

“Kami akan turun langsung kesana untuk rapat bersama-sama dengan kepala desa kedua belah pihak serta tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak ada lagi kisruh di masyarakat,”ucap Sekretaris Daerah, La Jumadin di ruang kerjanya, Jum’at (5/02/2021) kemarin.

Ia melanjutkan, persoalan ini akan diselesaikan setelah Pemda melihat secara langsung dan mengumpulkan fakta-fakta lapangan. Sejauh ini, setelah berdiskusi dengan para tokoh kata Dia, semuanya mengharapkan kedamaian.

“Mereka juga sadar bahwa mereka itu satu rumpun dan satu etnis juga kita adalah warga Wakatobi, jadi kita optimis bahwa kehadiran pemerintah untuk mengatur sehingga pemanfaatan sumber daya alam disana bisa dimanfaatkan secara bersama dengan tetap memperhatikan keberlangsungannya,”jelasnya.

Untuk diketahui persoalan tapal batas ini telah menjadi pemantik kekisruhan di desa Haka dan Desa Waloindi, kecamatan Togo Binongko sejak beberapa tahun lalu. Dikutip dari Mediakendari.com tanggal 22 Februari 2018, perwakilan dari kedua desa mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Wakatobi untuk menyampaikan aspirasi terkait penetapan tapal batas yang tidak sesuai dengan proposal yang diajukan oleh kedua desa kepada pada pihak terkait.

Sedangkan Perda tentang batas antara dua desa tersebut telah ditetapkan dalam Perda nomor 35 tahun 2007 tentang penetapan tapal batas. Persoalan tersebut telah dijanjikan oleh pemerintah daerah untuk diselesaikan namun hingga 27 Januari 2021 kemarin, kembali terjadi kisruh akibat tapal batas dan berdengung kembali akibat kedua belah pihak sudah sampai kepada adu fisik.

Reporter: Samidin
Editor: Herman Erlangga