Pemkot Baubau Diminta Segera Tuntaskan Kelangkaan Tabung Oksigen

169
Adnan Lubis - Doc: Suryametro.id

BAUBAU, suryametro.id – Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Kota Baubau tidak diimbangi dengan ketersediaan perlengkapan dan peralatan medis di Rumah Sakit. Pun dengan tenaga kesehatan. Bahkan, Rumah Sakit Siloam Kota Baubau pun sempat mengeluarkan pengumuman penutupan sementara pelayanan kesehatan.

Menyikapi hal tersebut, mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Adnan Lubis menilai seharusnya kelangkaan tabung oksigen untuk keperluan medis, khususnya dalam menangani pasien Covid-19 tak boleh terjadi. Karena ketersediaan tabung oksigen merupakan hal yang urgent dan perlu mendapat perhatian khusus.

“Tidak adanya persediaan tabung oksigen bagi pasien di sejumlah rumah sakit sehingga mengakibatkan sejumlah rumah sakit terpaksa mengeluarkan pengumuman penutupan sementara pelayanannya,” kata Adnan Lubis kepada suryametro.id, Selasa, 27 Juli 2021.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjutnya, pemerintah dalam hal ini Pemkot Baubau wajib hadir dan turun langsung dalam menyelesaikan persoalan ini. Melihat langsung kondisi rumah sakit dan mencari solusi. Jangan hanya menunggu laporan dibalik meja.

Mantan Anggota Komisi 1 DPRD Sultra ini bahkan menyarankan agar pemerintah dapat membuka diri dengan cara mengajak seluruh komponen untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik guna penyelesaian tidak tersedianya tabung oksigen dan obat-obatan tersebut.

Dia mencontohkan seperti yang dilakukan oleh Pemkot Kendari. Dimana pemerintahnya bergerak dengan mengajak PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) untuk mendapatkan bantuan melalui dana CSR yang diperuntukkan kepada sejumlah rumah sakit di Kota Kendari guna membantu pengadaan tabung oksigen bagi pasien yang membutuhkan.

“Pemerintah harus membuka diri, organisir semua pengusaha dan dermawan, gunakan semua potensi yang ada,” sarannya.

Selain itu, Adnan juga menyayangkan adanya pengumuman yang di sebarkan oleh sejumlah rumah sakit swasta maupun pemerintah melakukan penutupan sementara pelayanan rumah sakit. Khususnya di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruangan-ruangan perawatan lain diakibatkan keterbatasan fasilitas selama Pandemi Covid-19. Alhasil, pengumuman tersebut menimbulkan keresahan warga.

“Saya kira ini bentuk kekeliruan. Disinilah pemerintah harusnya hadir untuk membackup para dokter dan paramedis dengan menyiapkan sarana dan prasarana sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Rumah sakit tidak boleh menutup pelayanan, minimal ada pelayanan dasar,” tegas Adnan.

Mantan anggota DPRD Kota Baubau ini juga menjelaskan, selain menggandeng pengusaha dan dermawan, langkah yang perlu diambil pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut yakni, dengan mengambil anggaran yang tersedia yang tentunya melalui persetujuan DPRD. Karena persoalan yang terjadi saat ini merupakan skala prioritas dan tidak bisa di tunda-tunda.

“Kita berharap pemerintah bisa menunda dulu kegiatan pembangunan infrastruktur atau kegiatan lainnya. Kita fokuskan dulu penganggaran di penanganan Covid-19,” tutup Adnan.

Reporter: M1
Editor : Hariman